MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Rabu, 25 Januari 2017

Ada "Love Story" Maipa Deapati dan Datu Museng Serta "Romeo and Juliet" di Makassar F8 2017

(Foto: Humas Pemerintah Kota Makassar, 2017)



Smartcitymakassar.com. --Makassar- Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Danny Pomanto kembali menggagas Makassar International Eight Festival and Forum yang populer dengan Makassar F8. Makassar F8 menjadi agenda tahunan Pemerintah kota (Pemkot) Makassar selama masa kepemimpinannya.

Makassar F8 2017 akan berbeda dengan tahun sebelumnya. Setelah sukses mendulang pengunjung hingga 290.574 orang, hampir lima kali lipat dari target 60.000 pengunjung, tahun ini Makassar F8 ditargetkan mencapai 1 juta pengunjung. 

Waktu perhelatannya juga lebih panjang dibanding sebelumnya yang berlangsung selama tiga hari. Makassar F8 2017 dilangsungkan selama lima hari (6 - 10 September 2017) berlokasi di sepanjang Anjungan Pantai Losari. 

Beragam hal menarik dan berbeda akan ditawarkan di 2017 yang mengangkat tema sentral Penghormatan pada Asal dengan menggali konsep akar sejarah, perubahan, pemahaman, dan implementasinya.

Setiap event Makassar F8 mengusung tema berbeda, seperti Fine Art yang menyajikan delapan event mengusung tema The Pride of Makassar. Ada perlombaan melukis bagi pelajar SMP hingga perguruan tinggi di awal pembukaan, juga ada pameran melukis bersama masyarakat sepanjang 200 meter selama lima hari yang diawali dengan melukis di atas kain sepanjang 40 meter.

Live painting akan diadakan di 10 titik dari ujung Jalan Haji Bau sampai Makassar Golden Hotel. Selain itu, ada body painting di tiga titik anjungan dengan tema pahlawan.

"Direncanakan mengadakan fine art touring di Pulau Lae-Lae dan Leang-Leang yang dimanfaatkan sebagai media promosi Makassar F8," jelas Azis, kurator fine art, saat rapat kordinasi di Hotel Asyira, Selasa (24/01/2017).

Sementara untuk fashion Makassar F8 2017 akan mengusung dua tema, Ready to Wear Sunset Catwalk dan Exotic Urban at Night. Pedestrian sepanjang 4 km di Anjungan Pantai Losari akan dimanfaatkan sebagai catwalk. Fashion juga akan dimeriahkan parade seribu ibu-ibu IWAPI se-Indonesia.

Ketua IWAPI Sulsel Ida Noer Haris menyampaikan, fashion yang ditampilkannya akan memadukan unsur etnik dan modern. Sebelum melenggang di catwalk, model akan berada di Pinisi menunggu hingga bersandar. Bagi pengunjung yang berminat dengan desain yang diperagakan juga disediakan booth pameran yang melayani transaksi penjualan.

Untuk item food akan menyajikan waterfront cafe sepanjang 1.3 km yang lebih menggali keragaman kuliner tradisional makassar dengan tema Traditional Food Vaganza. Keragaman kuliner Makassar akan dipamerkan lewaf parade foodtruck showcase nasional.

Item Fusion Music juga berbeda dari tahun lalu. Di 2016, ditampilkan para musisi jazz sementara tahun ini genre musik yang ditampilkan lebih variatif. Ada musik etnik Tunrung Pakkanjara dielaborasi dengan musik keroncong, pop, rock, dan perkusi dunia.

Dibanding sebelumnya, item Folks diperkaya dengan menampilkan grup musik Betawi dan Sunda serta menampilkan 100 musisi jalanan.

Hal baru juga muncul pada Film yang memiliki lima program. "Open air cinema menyiapkan 28 film fiksi pendek dan dokumenter pendek, pameran poster film, kompetisi film pendek (3 menit) fiksi dan dokumenter dengan menggunakan kamera handphone, pertunjukan musik film, promosi film, penayangan trailer, jumpa artis, dan pameran materi promo film," jelas Arman, kurator film.

Pertarungan epos Mahabarata dan sure I Lagaligo ditawarkan oleh item fiction writer. Menurut Wali Kota Danny, Sulawesi Selatan (Sulsel) memiliki karya literasi yang telah mendunia, Makassar F8 menjadi event yang dapat mengenalkan kekayaan literasi itu kepada rakyat Sulsel bahkan dunia.

Tak hanya epos Mahabarata dan sure I Lagaligo yang dipertarungkan. Kisah cinta Maipa Deapati dan Datu Museng juga akan disandingkan dengan kisah Romeo dan Juliet.

"Sudah saatnya kita mencintai dan mengenal lebih dalam warisan budaya kita. Makassar F8 adalah event yang membawa kita lebih dekat dengan akar budaya kita sekaligus mengukuhkan posisi Makassar sebagai kota dengan kekayaan warisan budaya yang beragam," pungkas Wali Kota Danny.* (Iskandar Burhan)