MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Kamis, 19 Januari 2017

Enjoy Baraccung's Column: Media Sosial PesbuT

(Foto: Ilustrasi)
Smartcitymakassar.com --Makassar- Pisau sebenarnya berfungsi netral. Arti netral sendiri adalah tidak memihak atau bebas alias tena na taksikko. Pisau, bisa untuk potong daging, racca-racca mangga, potong mandike’, bisa juga untuk racca-racca orang. Bahkan, bisa digunakan untuk lucu-lucuan, misalnya, potong kumis atau cambang pakai pisau.

Begitu juga dengan batu cobek, bisa untuk cobek-cobek sambel terasi botto, untuk patappasa’ orang, pun untuk lucu-lucuan. Misalnya, menelpon atau sms pakai batu cobek!

Lantas? Kamma anne, siapa yang memegang kedua benda di atas, maka orang itulah yang membuat benda tersebut akhirnya memihak dan tidak netral. Ketika dipakai untuk melukai seseorang, maka hilanglah fungsi utama dari benda itu.

Sama tongji dengan media sosial, misalnya PesbuT, BB-enG, atau Wes-aT, semuanya berfungsi netral, tergantung gantungannya, mau diapakan media sosial tersebut. Jika dipakai untuk kebaikan, maka berbahagialah. Namun sebaliknya, maka cilaka ki lasso, karena sudah banyak korban akibat salah reppe dalam bermedia sosial. 

Jadi, tabe’ saribattangku, dalam bermedia sosial, etika sangat diperlukan, karena etika merupakan cerminan kedewasaan dan menjadi tolak ukur penilaian kepribadian seseorang. Menulis status di PesbuT, BB-enG, Wes-aT, atau media sosial lainnya, bagaikan bercermin muka di depan umum. Makanya, hati-hatiki dalam bermedia sosial, ‘Salamakki Saribattangku’. *(Rahmat Mustafa)