MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Senin, 23 Januari 2017

Indira Jusuf di Klinik BULO Pai Biringkanya: "Inilah Saatnya Kita Kembali Bercocok Tanam"

(Foto: Humas Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar, 2017)

Smartcitymakassar.com. --Makassar- Ketua Tim Penggerak (TP) PKK kota Makassar Indira Jusuf Ismail meninjau dan memeriksa kondisi bibit cabe yang telah disemai di lokasi Klinik BULO, Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya, pada Minggu (22/01/2017). Pemeriksaan ini dilakukan jelang pelaksanaan aksi tanam 10.600 bibit cabe secara massal pada Minggu pagi (29/01/2017) di lokasi tersebut.

“Inilah saatnya kita kembali bercocok tanam. Manfaatkan seluruh lahan tidur, halaman rumah, bahu jalan, maupun lorong-lorong yang ada di lingkungan kita. Semua harus bersinergi, aparat pemerintah, masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga yang tinggal di lorong,” ujar Indira disela-sela peninjauannya tersebut.

“Alhamdulillah, sejauh yang kami lihat pertumbuhan bibitnya sangat bagus, semoga ini bisa terus dipelihara, termasuk setelah penanaman nanti," kata Ketua TP PKK Makassar ini.

"Terima kasih kepada adik-adik mahasiswa dari Fakultas Pertanian yang telah ikut melakukan pendampingan. Insya Allah ini akan kita terus kembangkan di seluruh kecamatan di kota Makassar,” lanjutnya.

Di tempat yang sama, Ketua Kelompok Kerja Badan Usaha Lorong, Dr. Sakkapati menjelaskan bahwa telah terbentuk lima belas Klinik Bulo di seluruh kecamatan di kota Makassar yang nantinya akan membantu 500 kelompok tani lorong dalam menjalankan setiap program BULO.

"Momentum penanaman 10.600 pohon secara massal pada tanggal 29 Januari mendatang akan menjadi role mode untuk 500 lorong yang ada di Kota Makassar," ujar Sakkapati.

Sementara itu, Pakar Pertanian dari Universitas Hasanuddin, Rahmansyah Darmawan, SP., M.Si, menjelaskan bahwa pihaknya saat ini tengah melakukan pendampingan terhadap kelompok tani lorong yang dibentuk oleh Badan usaha Lorong (Bulo) Makassar.

“Bibit cabe hari ini tepat berusia 22 hari. Jumlah daun yang tumbuh setiap bibit sudah mencapai empat sampai lima lembar, tinggi tanaman sudah sekitar sepuluh sentimeter," urai Rahmansyah Darmawan.

"Alhamdulillah, setelah dilakukan penyemaian, pertumbuhan bibitnya sangat bagus sekali. Apalagi semua tim bekerja sangat disiplin. Mulai dari Pak Camat Biringkanaya, ibu-ibu PKK serta masyarakat di sini sangat bersemangat melakukan perawatan, pemupukan termasuk pengendalian hama,“ tambah Hermansyah.

Di tempat yang sama, Camat Biringkanaya Syahrum Makkuradde menjelaskan perihal kegiatan pemeliharaan bibit cabe menjelang penanaman secara massal yang akan dipimpin oleh Wali Kota Makassar Danny Pomanto.

“Kita berharap, pada tanggal 29 januari mendatang, bibit-bibit sudah siap untuk dipindahkan dan dilakukan penanaman secara bersama-sama. Makanya, proses pemeliharaan bibit terus berjalan, utamanya penyiraman pagi sore, kecuali dalam kondisi hujan," ujar Camat Andi Syahrum.

"Ini sangat penting agar bibit semaian tidak mengalami kondisi kering, mengingat cuaca Makassar sangat panas saat tidak ada hujan. Proses penguapan juga sangat tinggi. Itu bisa mengakibatkan median tanah cepat kering, makanya sangat penting diperhatikan,” tambahnya.

Pemupukan, menurut Syahrum, juga rutin dilakukan setiap sekali dalam tiga hari, baik itu pemupukan daun, termasuk pemupukan organik cair.

“Jika semua berjalan sesuai rencana, kita sudah bisa melakukan panen perdana di pertengahan atau akhir Maret, dengan hitung-hitungan masa perawatan tanaman selama enam puluh hari hingga tujuh puluh lima hari," pungkas Camat Andi Syahrum.* (Hamzah/Iskandar Burhan)