MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Jumat, 20 Januari 2017

Kominfo RI Bekali Angkatan Kerja Muda Dengan Sertifikasi Multimedia

(Foto: Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, 2017)


Smartcitymakassar.com. --Surabaya- Kementerian Komunikasi dan Informatika terus berupaya memperkuat daya saing SDM bidang komunikasi sejalan dengan prioritas pembangunan nasional untuk perluasan penciptaan lapangan kerja serta peningkatan keterampilan tenaga kerja.

Kepala Pusat Pengembangan Literasi dan Profesi SDM Komunikasi Badan Litbang SDM Kominfo, Gati Gayatri menyatakan upaya itu dilaksanakan dengan penyelenggaraan kegiatan sertifikasi kompetensi bidang komunikasi bagi angkatan kerja muda.

"Pada pelaksanaan kali ini bidang yang difasilitasi adalah bidang keahlian komunikasi berbasis TIK, yaitu Video Editing, Junior Multimedia, dan Digital Imaging. Kelima keahlian ini sangat mendukung perkembangan bidang komunikasi, terutama dengan pesatnya pertumbuhan dunia periklanan, kehumasan, penyiaran, dan distribusi konten komunikasi via media sosial digital," jelasnya dalam Pembukaan Sertifikasi Kompetensi Berbasis SKKNI Bidang Komunikasi untuk Angkatan Kerja Muda di Surabaya, Rabu (18/01/2017), seperti diberitakan dalam website Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia.

Peningkatan kompetensi melalui sertifikasi tenaga kerja merupakan salah satu upaya Pemerintah untuk mempercepat pengembangan SDM berbasis kompetensi. Secara khusus, kompetensi Multimedia akan dapat meningkatkan keterampilan tenaga kerja muda dan memperluas peluang lapangan kerja bidang komunikasi multimedia.

Menurut Gati Gayatri, program yang dilaksanakan Kementerian Kominfo itu ditujukan melaksanakan Nawacita. "Upaya akselerasi tersebut dilakukan untuk melaksanakan salah satu program Nawa Cita Pemerintah periode 2015-2019, yaitu peningkatan daya saing tenaga kerja," tuturnya. 

Gati Gayatri menjelaskan bahwa pemberlakuan kawasan perdagangan bebas di negara-negara Asia Tenggara (ASEAN Free Trade Area/ AFTA) mulai akhir tahun  2015 lalu membawa konsekuensi terjadinya aliran bebas barang, jasa, investasi, modal dan tenaga kerja terampil.

“Disamping sebagai tantangan, diberlakukannya AFTA sekaligus juga akan menjadi kesempatan atau peluang baru bagi kita dalam mengembangkan ekonomi Indonesia. Untuk dapat memanfaatkan secara optimal peluang tersebut, tentu saja dibutuhkan kemampuan SDM yang setara dengan SDM negara ASEAN lainnya, karena SDM itulah yang akan berkompetisi langsung dalam sistem ekonomi regional tersebut," paparnya.


Fokus Kembangkan Pemuda

Mengutip data Badan Pusat Statistik, Gati Gayatri menuturkan dari sisi ketersediaan SDM, bangsa Indonesia sebenarnya memiliki kesempatan emas untuk terus maju dan berkembang dibandingkan dengan negara tetangga.  "Karena menurut BPS, jumlah anak muda mencapai 62,4 juta orang. Atau rata-rata 25 persen dari proporsi jumlah penduduk secara keseluruhan. Oleh karenanya, kita harus meyakini bahwa kekuatan daya saing pemuda memegang peran penting dan strategis dalam membawa arah perjalanan bangsa, termasuk dalam memanfaatkan peluang yang diberikan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang sudah di depan mata. Pemuda dapat berperan nyata dan menjadi faktor kebangkitan bangsa," tuturnya.

Sesuai data itu, Gati Gayatri menegaskan fokus pembangunan terhadap pemuda harus menjadi prioritas. "Karena menekan angka pengangguran pemuda serta menciptakan ide-ide kreatif agar para pemuda  dapat memiliki minat semakin besar untuk berwirausaha serta mampu mendorong penciptaan inovasi kebijakan. Demikian juga dalam menghadapi era ASEAN Community agar mampu bersaing dan jeli mengambil peluang pasar regional, agar tidak tertinggal dari negara-negara tetangga yang sudah pula mempersiapkan diri," tandasnya.

Dalam acara yang berlangsung dari tanggal 17 sampai dengan 20 Januari itu, Gati Gayatri berharap  kegiatan yang mulai dilaksanakan sejak tahun 2013 dan berhasil membantu angkatan kerja muda mendapatkan sertifikat keahlian sebanyak lebih dari 3000 orang dari berbagai provinsi di Indonesia akan tetap bermanfaat dan dapat mencapai target untuk meningkatkan kompetensi SDM bidang komunikasi dan informatika.

“Upaya pengembangan sektor informatika dan komunikasi bersamaan dengan peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia  sangat diperlukan agar terjadi kesesuaian antara perkembangan kompetensi kerja dan tuntutan kebutuhan pasar sehingga dapat mencapai hasil optimal sesuai potensi yang diharapkan," katanya seraya menyebutkan pelaksanaan di Surabaya adalah kali pertama di tahun 2017 ini.

Diakhir sambutan, Gatri Gayatri menjelaskan pada tahun 2017 ini, Pusbang Literasi dan Profesi SDM Komunikasi akan melaksanakan kegiatan sertifikasi angkatan kerja muda bidang komunikasi sebanyak 29 Angkatan untuk bidang keahlian Multimedia dan Desain Grafis di wilayah Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Nusa Tenggara.* (Iskandar Burhan)