MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Selasa, 10 Januari 2017

Lorong Makassar Pilot Project Budidaya Cabai

(Foto: Ine Wahyuni / Lurah Mattoangin Kecamatan Mariso, Kota Makassar, 2017)

Smartcitymakassar.com. --Makasssar- Harga cabai yang melonjak tajam belakangan yang dialami hampir seluruh daerah setiap memasuki musim hujan mendapat perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

Dengan menggandeng program Lorong Garden dan Badan Usaha Lorong (BULO) yang telah sukses berjalan dua tahun belakangan, Pemkot menginisiasi Program Budidaya Cabe di tingkat kelurahan. Budidaya Cabai menjadikan lorong-lorong sebagai sentral.

Kecamatan Mariso sebagai salah satu basis lorong di kota Makassar pun mengintensifkan sosialisasi BULO sekaligus Bimbingan Teknis Pelaksanaan Program Budidaya Cabai yang digelar Selasa (10/01/2017) di Aula Kantor Kecamatan Mariso, Jl. Seroja Makassar.

Dalam kegiatan tersebut hadir Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Sri Susilawati, Camat Mariso Harun Rani, seluruh Lurah se-kecamatan Mariso, Ketua TP PKK Kec. Mariso serta para ketua kelompok BULO dan ketua Pokja PKK Lorong Garden, kelompok tani lorong.

Dalam kegiatan tersebut, Kecamatan didampingi tim pendamping  Kecamatan Syamsul Ridwan, Hamka dan Maliki. Camat Mariso Harun Rani menyatakan bahwa pihak kecamatan menyiapkan 6000 bibit cabai yang nantinya akan didistribusikan ke seluruh kelompok tani lorong.

"Setiap lorong di sembilan kelurahan yang ada akan mendapat bibit cabai untuk dibudidayakan. 5 lorong setiap Kelurahan akan didampingi oleh tim dari Dinas Ketahanan Pangan. Tidak hanya itu, hasilnya nanti akan disalurkan melalui Koperasi yang akan masuk, jadi kelompok tani Lorong jangan khawatir soal penjualannya nanti," ungkap Harun Rani.

Sementara pihak Dinas Ketahan Pangan mengungkapkan, program andalan Walikota Makasar ini telah dicanangkan jauh hari sebelum harga cabai melonjak tajam.

"Upaya ini untuk meningkatkan nilai ekonomi dari seluruh warga kota. Langkah cepat dilakukan karena pada Maret nanti kita sudah canangkan sebagai panen Raya yang akan dihadiri Bapak Menteri Pertanian, sementara pada 30 Januari ini akan menjadi tanam perdana yang akan tercatat Rekor Muri sebagai tanam perdana terpanjang," ungkap Sri Susilawati.* (Iskandar Burhan)