MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Senin, 23 Januari 2017

Ponsel Pintar Digicoop Karya Anak Bangsa: Dapat Menyaring Konten Negatif

(Foto: Biro Humas Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, 2017)


Smartcitymakassar.com. --Bekasi- Kementerian Komunikasi dan Informatika (kominfo) menyambut baik kehadiran ponsel pintar atau smartphone Digicoop yang merupakan produk buatan asli anak bangsa. Menteri Kominfo Rudiantara memperkirakan smartphone ini bisa menargetkan pangsa pasar di Indonesia terutama untuk kalangan ibu rumah tangga.

Hal tersebut diungkapkannya pada acara Peluncuran Produksi Perdana Smartphone Koperasi Jasa Digital Indonesia Mandiri (Digicoop) di kantor PT. VS Technology Indonesia, Cikarang, Bekasi, Jumat (20/01/2017).

“Salah satu targetnya adalah kalangan ibu rumah tangga dengan jumlah populasinya yang 51 persen dari jumlah penduduk Indonesia, ini adalah pangsa pasar yang sangat besar,” imbuhnya. Lebih lanjut ia memaparkan bahwa smartphone ini pasti disukai karena sudah bisa menyaring konten konten negatif.

“Ibu rumah tangga sangat memperhatikan keamanan akses internet untuk anak-anaknya dalam mengakses dengan aman menggunakan smartphone ini,” jelas Rudiantara, seperti diberitakan Biro Humas di website Kominfo RI.

Lebih lanjut Menteri Rudiantara juga menegaskan bahwa pengembangan koperasi harus dibantu oleh semua pihak. “Sesuai dengan harapan Bapak Presiden, bahwa Indonesia harus menjadi Pusat Ekonomi Digital terbesar di  Asia Tenggara, dengan itu maka koperasi harus dilibatkan dan diikutsertakan dalam kegiatan perekonomian seperti ini,” tutur Rudiantara.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Kementerian Koperasi, Agus Muharam, menyampaikan apresiasinya atas peluncuran smartphone Digicoop.

“Kementerian Koperasi mengucapkan selamat dan menyambut baik dengan peluncuran smartphone ini. Ini suatu kebanggaan karena peluncuran ini dilakukan oleh Koperasi Digital Mandiri. Sesuai dengan jargon Kementerian Koperasi “Tak ada Koperasi tanpa IT, Tak ada Koperasi Tanpa pelatihan, Tiada Koperasi tanpa Transaksi” jelas Agus.* (Iskandar Burhan)