MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Selasa, 28 Maret 2017

Danny Apreasiasi Partai yang Indahkan Aturan Saat Gelar Event di Makassar



(Foto: Bagian Humas Pemerintah Kota Makassar, 2017)

Smartcitymakassar.com. --Makassar- Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto melayangkan apresiasi bagi partai-partai di Indonesia yang kerap menjadikan Makassar sebagai tempat pelaksanaan berbagai event.

Menurutnya, apresiasi ini diberikan karena hampir seluruh partai politik yang menghelat kegiatan di Makassar, baik skala lokal maupun nasional, senantiasa memperhatikan aturan dan ketentuan yang berlaku di kota ini.

Danny mencontohkan, Partai Golkar dan Demokrat. Keduanya telah berkali-kali menggelar kegiatan, namun tetap mengindahkan segala aturan yang ada, utamanya menyangkut pemasangan berbagai atribut partai di wilayah Makassar.

"Sebelum mereka melakukan pemasangan atribut, terlebih dahulu pimpinan atau jajaran pengurus partainya menemui saya, atau sekedar bersurat mohon izin sekaitan keperluan tersebut," tutur Danny, Minggu (26/03/2017).

Mereka, lanjut Danny, sadar betul apa program yang tengah dijalankan di Makassar utamanya menyangkut ketertiban umum dan estetika kota. Mereka patuh dan menghargai itu, sehingga selalu terlebih dahulu menyampaikan pemberitahuan dan izin kepada pemerintah setempat yang berwenang.

Danny mencontohkan, jajaran Pengurus Golkar DPD II yang menggelar acara pelantikan kepengurusan yang baru, belum lama ini, taat dan disiplin hukum. Karenanya pemasangan atribut kepartaian yang dilakuan, mulai dari bendera, umbul-umbul, dan banner (baliho) di area publik tidak menemui persoalan.

Danny menambahkan jika Makassar sejak kepemimpinannya betul-betul memperlihatkan komitmen dan keseriusannya menegakkan segala aturan dan produk hukum di wilayahnya. Ada izin pun kata Danny, tetap harus memperhatikan tempat tertentu yang tidak bisa dipasangi atribut partai, seperti sekolah, gedung pemerintahan, dan tempat ibadah.

"Taat aturan, malu melanggar hukum haruslah dimulai dari pemimpinnya. Karena kita adalah contoh yang mesti diteladani," paparnya.* (Iskandar Burhan)