MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Jumat, 31 Maret 2017

Rappocini Luncurkan 'Jaka', Perahu Penyapu Kanal



(Foto: Humas Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, 2017)

Smartcitymakassar.com. --Makassar- Untuk memaksimalkan kebersihan kanal, Kecamatan Rappocini meluncurkan satu unit perahu sapu kanal, disebut “Jaka” atau Jaga Kanal, di kanal Jalan Rappocini Raya, Jum'at (31/03/2017).

Peluncuran alat kebersihan tersebut dihadiri oleh Ketua Tim Penggerak PKK Makassar, Indira Jusuf Ismail.

Indira menyebutkan, apa yang dilakukan oleh pemerintah kecamatan telah memberikan inovasi kepada warga dalam menjaga kebersihan lingkungan di lokasi yang sulit terjangkau.

“Pak camat sangat merespon. Tetapi bagi masyarakat tidak lagi untuk membuang sampahnya ke kanal. Mari ki' jaga sama-sama kanal ta' dan kebersihan lingkungan,” kata Indira usai meresmikan perahu Jaka Rapoccini.

Sementara itu, Camat Rappocini Hamri Haiya menyatakan, gagasan tersebut merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Kota Makassar melalui kecamatan mengingat tingginya partisipasi masyarakat sekitar kanal yang secara rutin membersihkan saluran air makro tersebut.

“Selama ini warga Kelurahan Rappocini rutin membersihkan kanal dengan memakai armada darurat menggunakan drum plastik. Makanya kita hadirkan perahu jaka,” terangnya.

Perahu sapu kanal yang menggunakan anggaran kecamatan kurang lebih Rp50 juta itu nantinya akan dioperasikan oleh satuan tugas (satgas) jaka setiap harinya.

“Pengoperasian perahu ini direncanakan di kanal, khusus yang masuk di wilayah Rappocini. Jumlah satgas khusus hanya satu dibantu swakelola kelurahan lima orang,” jelas Hamri.

Lebih lanjut, untuk saat ini di wilayah Kecamatan Rappocini hanya membutuhkan satu unit perahu jaka saja. Apalagi panjang kanal rappocini terbilang tidak panjang.

Adapun kanal lainnya di komplek Stella Maris di Jalan Letjend Hertasning-Tidung X tetap menjadi perhatian pihak kecamatan.

“Cukup satu saja karena pendek ji kanalnya. Kalau di kanal Stella Maris nanti dilihat apakah bisa tembus atau perahunya mudah dipindahkan. Di sana juga kurang masyarakat karena diapit perumahan,” pungkas Hamri.* (Iskandar Burhan)