MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Jumat, 17 Maret 2017

Selandia Baru - Makassar Jajaki Kerjasama


(Foto: Kantor Bagian Humas Pemerintah Kota Makassar, 2017)

Smartcitymakassar.com. --Makassar- Pemerintah Selandia Baru menjajaki peluang kerja sama dengan Makassar di bidang renewable energy (energi terbarukan). Hal itu mencuat pada pertemuan antara Director of the New Zealand Trade Commission Tim Anderson bersama Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto di Rumah Jabatan Wali Kota, Jumat (17/03/2017).


Menurut Direktur Anderson, Makassar sangat potensial di bidang renewable energy utamanya energi matahari yang dapat dikembangkan pemanfaatannya dengan menggunakan solar panel di daerah yang menerima sinar matahari berlimpah; seperti di Untia, kecamatan Biringkanayya.

Disamping bidang renewable energy, kemungkinan kerjasama sangat terbuka lebar di bidang lain. Anderson juga tertarik untuk menjalin kerjasama di bidang sosial budaya, pendidikan, perdagangan, industri, dan perikanan.




"Di bidang pendidikan, kami memiliki hampir 700 sekolah dasar dan menengah pertama. Tepat pada pelantikan kepala sekolah se-Makassar diluncurkan 18 Perintah Revolusi Pendidikan," sebut Danny.

Program 18 Perintah Revolusi Pendidikan tidak hanya mengasah kecerdasan intelektual anak didik, juga mengasah keterampilan dan bakat mereka di bidang seni, budaya, dan olah raga.

Potensi perikanan Makassar juga tak kalah bersaing dengan kota lainnya di Indonesia. Makassar memiliki luas 199.26 km2 dengan garis pantai sepanjang 36.1 km. Produksi perikanan laut Makassar mencapai 12.731.14 ton dengan potensi hasil tangkapan 18.000 ton.

Untuk bidang perdagangan dan industri, Makassar adalah surga bagi para pedagang dan pelaku industri mengingat infrastruktur utama bagi berkembangnya perdagangan dan industri dipunyai Makassar semisal pelabuhan peti kemas, bandara internasional, pusat perbelanjaan, kawasan perdagangan dan industri serta perbankan.

"Bulan Mei akan ada perusahaan dari New Zealand yang berkunjung ke Makassar. Mereka datang untuk melihat peluang yang dapat dikerjasamakan," kata Anderson dalam Indonesia yang fasih.* (Ade Ismar Gobel / Iskandar Burhan)