MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Rabu, 05 April 2017

Danny Bersama Pihak ADB dan Monash University Bahas RISE



(Foto: Bagian Humas Pemerintah Kota Makassar, 2017)


Smartcitymakassar.com. --Makassar- Pemerintah kota Makassar - Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto bertemu dengan Asian Development Bank (ADB) Technical Advisor Vijay Padmanabhan, dan Head of Architecture dari Monash University Diego Ramirez, di Ruang Sipakalebbi, Balaikota, Rabu (05/04/2017).


Dalam pertemuan tersebut, dibahas konsep penerapan konsep RISE atau Revitalising Informal Settlements and their Environments di Makassar.

Pendekatan ini digunakan Monash University untuk menerapkan program peningkatan kualitas hidup masyarakat di bidang kesehatan dan lingkungan di kawasan kumuh.

Konsep ini memungkinkan penyediaan infrastruktur berbasis masyarakat dengan peningkatan kesehatan dan lingkungan serta ekonomi sehingga masyarakat bisa meningkatkan kualitas hidupnya.

RISE dapat disinergikan dengan program Longgar dan BULo Pemkot Makassar. Ada 12 titik pemukiman kumuh yang menjadi kandidat implementasi konsep RISE, salah satunya yang dinilai paling visible akan dipilih mewakili 11 titik lainnya.

"Di pemukiman kumuh yang terpilih nantinya dilakukan penataan sehingga lebih sehat. Lingkungannya dilengkapi dengan sanitasi, fasilitas air bersih, kebun untuk menanam sayuran atau tanaman bernilai ekonomi lainnya," jelas Diego Ramirez.

Monash University memenangkan kompetisi program peningkatan kualitas hidup masyarakat di bidang kesehatan dan lingkungan yang didanai oleh ADB bersama pemerintah Swiss.

Kota Makassar dipilih oleh Monash University sebagai kota pertama implementasi dari program itu. "Monash University memilih Makassar karena pemimpinnya sangat terbuka terhadap program-program peningkatan kualitas hidup masyarakat," kata Vijay Padmanabhan.

Wali Kota Danny menyambut antusisas tawaran RISE dari ADB dan Monash University.

"Program ini sangat menarik karena terintegrasi dengan program nasional target 100-0-100 (100% akses air minum, 0% kawasan permukiman kumuh, dan 100% akses sanitasi layak) juga dapat mendukung program Longgar dan BULo," kata Danny.

Ia pun menginstruksikan lurah dari 12 titik lokasi pemukiman kumuh yang akan disurvei untuk melengkapi data yang dibutuhkan. Dinas terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Penataan Ruang, serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman turut berkontribusi bagi kesuksesan program ini.* (Iskandar Burhan)