MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Rabu, 24 Mei 2017

Mengenal lebih dekat si TEMEN PACAR, Inovasi Makassar bagi Warga Korban Bencana



(Foto: Iskandar Burhan / SmartCityMakassar Online News®, 2017)


Smartcitymakassar.com. --Makassar- TEMEN PACAR atau Apartemen Pasca Bencana Makassar adalah salah satu inovasi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar yang dipamerkan selama MC Expo 2017, dari 22 hingga 24 Mei 2017, di Anjungan Pantai Losari.

Inovasi ini merupakan salah satu bentuk implementasi tanggung jawab sosial Pemkot Makassar bagi warganya yang menjadi korban bencana alam dan salah satu quick response lewat penyediaan fasilitas hunian TEMEN PACAR.

Disamping sebagai sebagai sarana hunian sementara bagi warga korban bencana, seperti kebakaran dan banjir, TEMEN PACAR dapat berfungsi sebagai shelter bagi korban pasca bencana. Fungsi lainnya, dapat sebagai Posko Pemantau, tempat pelayanan kesehatan/klinik, dan sebagai media sosial bagi warga Makassar.




Berbagai macam fasilitas melengkapi apartemen ini. Diantaranya adalah selimut, tandu dan tempat tidur lipat, listrik yang dipasok dari genset, dan kamar kecil yang dibuat terpisah.

Apartemen pasca bencana ini memiliki spesifikasi sebagai berikut. Bahannya adalah kontainer berukuran 20-feet, berdimensi 6,058 x  2,438 x 2,591 (panjang x lebar x tinggi, dalam meter). Bangunan berlantai dua, dengan fasilitas teras sistem knockdown (bongkar pasang).

TEMEN PACAR punya kemampuan untuk berpindah-pindah tempat, dengan roda dan 1 (satu) unit mobil derek. Hal ini memungkinkan movable apartment ini dapat ditempatkan ke lokasi sekitar kejadian bencana dengan lebih cepat. Untuk 1 unit, movable apartment ini dapat menampung penghuni sekitar 16 orang (dalam posisi tidur).

Dari sisi kelembagaan, TEMEN PACAR memiliki Tim Reaksi Cepat (TRC). Tim ini berasal dari beberapa stakeholder terkait seperti dari Dinas Sosial, Dinas kesehatan, BPBD dan Dinas Perumahan Dan Kawasan Permukiman Kota Makassar.

Pemkot Makassar berencana akan menempatkan 15 unit di 15 kecamatan di Kota Makassar. Jika terjadi bencana dalam wilayah tersebut, korban pasca bencana bisa lebih cepat terlayani, khususnya, sebagai tempat pengunsian tanpa harus menunggu fasilitas seperti tenda.

Sehingga, seluruh stakeholder terkait yang korban bencana dapat berfokus dalam penyediaan kebutuhan pokok seperti makan minum ataupun obat-obatan serta bantuan lainnya.* (Iskandar Burhan)