MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Selasa, 06 Juni 2017

Pemateri di FGD Lemhanas, Danny Kupas Esensi Pembangunan Konektivitas Antar Pulau



(Foto: Bagian Humas Pemkot Makassar, 2017)


Smartcitymakassar.com. --Makassar- Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto menjadi pemateri di sebuah Focus Group Discussion (FGD) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), di Gedung Astragatra Lt.3 Lemhanas, Selasa, (06/06/2017). Wali Kota Danny adalah pemateri satu-satunya dari kepala daerah di Indonesia.

Dalam presentasinya, Danny menguraikan materi tentang esensi konektivitas, yakni pokok-pokok persoalan dalam kajian tentang “Optimalisasi Pembangunan Konektivitas Antar Pulau guna Meningkatkan Kemandirian Dan Daya Saing Ekonomi dalam rangka Tercapainya Tujuan Nasional”.

Pokok-pokok persoalan itu, menurut Danny, adalah pertama, pembangunan konektivitas antar pulau yang diperlukan guna mengakselerasi peningkatan kemandirian dan daya saing ekonomi wilayah dalam rangka pencapaian tujuan nasional yang belum dilaksanakan.

Kedua, belum dimilikinya identifikasi tentang peta prioritas pembangunan konektivitas antar pulau yang mampu menjadi prime-over bagi kemandirian dan daya saing wilayah.

Pokok persoalan selanjutnya adalah peluang dan kendala yang dihadapi pada pembangunan konektivitas antar pulau, baik yang berkaitan dengan sinergi kebijakan, kapasitas anggaran, kelembagaan, sumber daya manusia dan partisipasi masyarakat yang belum dimanfaatkan dan diatasi secara baik.

Serta persoalan keempat, yaitu belum adanya langkah-langkah strategis yang diperlukan agar kebijakan tersebut mampu mengakselerasi peningkatan kemandirian dan daya saing ekonomi di pulau- pulau.

“Kemarin kami mendapat kunjungan dari negara-negara Uni Eropa, hampir semua duta besar hadir termasuk Singapura. Bagaimana intensnya Makassar terkonektivitas secara internasional dengan beberapa kalangan, yah salah satunya karena positioning (posisi geografis) kita,” papar Danny.

Namun, bagi Danny, dirinya belum pernah melihat dalam perancangan pembangunan nasional positioning itu menjadi bagian penting dari sebuah perencanaan secara keseluruhan. Pulau-pulau tidak mampu mandiri dan mengeluarkan segala potensi yang dimilikinya.

Secara filosofis, sistem konektivitas di Indonesia ini harus dirubah sehingga peran-peran pulau keluar. Kalau ada peran pulau maka konektivitas bisa diukur.

Ia merincikan tujuan dari pembangunan konektivitas ini yaitu untuk menganalisis pentingnya pembangunan konektivitas antar pulau, mengidentifikasi dan mengalisis peta prioritas pembangunan konektivitas antar pulau.

Selain itu juga, untuk menganalisis tentang peluang dan kendala bagi optimalisasi pembangunan konektivitas tersebut, baik yang berkaitan dengan sinergi kebijakan, anggaran, kapasitas kelembagaan dan Sumber Daya Manusia serta partisipasi masyarakat, serta merekomendasikan langkah-langkah strategis yang diperlukan agar kebijakan menjadi optimal dalam meningkatkan kemandirian dan daya saing ekonomi, sehingga dapat mengakselerasi pencapaian tujuan nasional.* (Iskandar Burhan)