MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Rabu, 14 Juni 2017

Pemkot Makassar Gelar Malam Nuzululquran, Danny Ajak Lebih Jeli Membaca Zaman Sekarang


(Foto: Istimewa)


Smartcitymakassar.com. --Makassar- Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto menyampaikan ucapan terima kasih kepada petugas drainase yang telah berhasil mengantisipasi terjadinya banjir di Kota Makassar.

Hal ini disampaikannya pada malam peringatan Nuzululquran yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar,  pada Selasa (13/06/2017).

"Saya terima kasih. Tadi petugas luar biasa, saya koordinasi mulai tadi sore sampai terakhir sejam yang lalu, sampai mereka membongkar beberapa bis beton," kata Danny, sapaan akrab Wali Kota Makassar ini.

"Ada banyak ditemukan yang aneh-aneh, ada ditemukan ban-ban, karung berisi kerikil, ada juga karung pasir, menyumbat drainase. saya tidak tahu yang jelas karung pasir tidak mungkin jalan di situ," lanjut Danny.

Namun Danny mengajak untuk tidak berprasangka buruk di bulan puasa ini. Menurutnya, kondisi hujan yang ekstrim ditambah air pasang dari laut memang menyebabkan volume air naik dan menyebabkan beberapa genangan di titik tertentu.

"Kita patut bersyukur, di malam ke 19 Ramadan, Pemerintah Kota mengadakan Nuzululquran, memperingati turunnya alquran, di tengah-tengah hujan deras tadi, namun Alhamdulillah sampai saat ini sudah berhenti, di tengah kesejukan malam dan alhamdulillah air cepat surut. Pada saat hujan sangat deras tadi sekali lagi menguji kita lagi dengan segala kebaikan dan dedikasi yang ingin kita persembahkan buat kota Makassar," kata Danny.

Menurut Danny, hal ini sekaligus ujian bagi pemerintah sehingga akan terus memperbaiki apa yang masih kurang dalam birokrasi Pemkot Makassar.

Inilah keberkahan malam nuzulul quran, kata Danny. Sebab tanpa itu dirinya tidak mampu membayangkan apa yang bakal terjadi. Alquran turun mengajarkan untuk terus membaca zaman.

Sementara menurutnya, zaman saat ini haruslah lebih jeli membacanya. Sebab menurutnya bacaan zaman ini jauh lebih kompleks dari 15 abad lalu. Dengan pembacaan yang baik maka berbagai fenomena yang terjadi dewasa ini dapat dipecahkan.

Senada dengan itu, Ketua MUI Sulsel AGH. KH. Sanusi Baco, LC., juga menyatakan agar perintah Allah SWT yang diturunkan melalui ayat Alquran yang pertama kali diturunkan, 'bacalah' (iqra') jangan diabaikan.

Karena dalam ayat itu mengandung usur pengetahuan dengan perintah 'bacalah' dengat menyebut nama Tuhan. Artinya, kata ulama katismatik ini, manusia dituntut untuk terus menyeimbangkan antara ilmu dan agama.

"Mungkin inilah yang dipakai Pak Wali, sudah menjaga kota ini. Tadi hujan, namun tidak banjir. Meski ada sedikit gangguan. Namun memang kalau kita membaca Alquran di situ disebutkan kaum Zaman Jahiliyah yang dulu juga mengganggu nabi melakukan kebaikan, jadi saya juga bisa rasakan begitu beratnya tanggung jawab pak Wali sebagai pemimpin," tuturnya.

"Tapi Zaman Jahiliyah itu tidak terikat ruang dan waktu. Tapi jika sekarang ada ditemukan orang yang memiliki sifat-sifat tercela yang seperti digambarkan Alquran, maka orang itu adalah orang Jahiliyah" pungkasnya lagi.* (Iskandar Burhan)