MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Senin, 31 Juli 2017

Beras Premium di Makassar Murah dan Terjangkau

Foto: Istimewa  

smartcitymakassar.com - Makassar - Sulawesi Selatan patut bersyukur, sejak 2015 hingga saat ini, produksi beras melimpah ruah. Harganya pun cenderung stabil, terjangkau.

Humas Kementerian Pertanian yang melakukan survei ketersediaan beras di tiga pasar tradisional terbesar di Makassar sejak Sabtu hingga Minggu (29-30/7/2017), mendapatkan informasi dari pedagang kecil, menegah, dan besar bahwa Sulsel sudah dua tahun sejak awal 2015 sampai saat ini 2017 selalu mengalami surplus produksi beras.

Saudagar beras bernama Hj. Wida di Jalan Tidung mengatakan bahwa sejak Februari 2017 harga beras cenderung turun. Saat ini, beras medium kualitas terbaik dari penggilingan dipatok seharga Rp. 8300/Kg, sedang medium terendah Rp. 7100/kg, dan beras premium spesial dijual hanya Rp. 250.000/karung 25. Kg.

Hj. Wida, menambahkan, dahulu sebelum 2015, beras di Sulsel memang surplus, tetapi pada waktu itu permintaan beras dari daerah lain juga tinggi. Akibatnya, harga beras di tingkat pedagang fluktuatif, karena dipengaruhi permintaan beras dari Kalimantan, Maluku, Papua, bahkan Sumatera pun membeli dari Sulsel.

“Begitu permintaan tinggi, harga di kita ini juga ikut naik,” ujar Hj. Wida, “Sepertinya sekarang ini produksi meningkat di semua daerah, terutama sejak 2015.”

Pasar Tradisional Pa’ Baeng_baeng, Pasar Terong, hingga Pasar Daya yang dikunjungi Humas Kementan, juga hampir senada dengan Hj. Wida.

H. Intan dan H. Jamal dan Yazid, agen beras di tiga pasar tradisional terbesar di tiga wilayah berbeda di Kota Makassar, juga mengakui produksi beras di Sulawesi Selatan melimpah ruah.

“Kami kewalahan menampung pasokan beras dari daerah karena saat ini sebagian besar daerah penghasil beras panen,” ujar Hj. Intan

Ketika ditanyakan apakah ada kenaikan harga beras medium dan premium, Hj. Intan menguraikan, “Saat ini, beras premium kualitas spesial pandan wangi hanya dijual Rp. 10.000/liter, di tingkat eceran sedang beras medium rata-rata dijual Rp. 7000 hingga Rp. 8300 per liter.”

Daeng Yazid, agen beras di pasar tradisional daya di utara Kota Makassar, juga mengakui, saat ini harga beras di Sulsel cenderung menurun. “Semoga di petani harga gabahnya tetap stabil ya, pak,” ujarnya,”Minimal seperti harga pemerintah Rp. 3700 per kilogram.”

Ketika ditanya soal penangkapan beras mahal di Jakarta beberapa waktu lalu, Yazid mengatakan, “Nggak ada pengaruhnya di Sulsel. Dulu pernah mau masuk ke sini, pak, tapi Sulawesi ini kan penghasil beras nasional, ya mana laku di sini beras mahal, harga beras paling bagus premium spesial hanya Rp. 10.000 per kilogram, paling tinggi Rp. 11.000 per kilogram kita ecer itu, pak.”


“Semoga beras kita terus bagus dan petani juga bisa menikmati kerja kerasnya dan pembeli tidak menggerutu biar pedagang berkah,” Yazid menyambung. *(Fatahillah Mansur)