MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Senin, 03 Juli 2017

Halal Bi Halal IKA SMAN 4 Makassar: Pahlawanku Kini Renta

(SmartCity Online News, 2017)
Smartcitymakassar.com -- Makassar -- Pagi yang berseri, matahari bersinar terang tanpa dihalangi oleh awan berarak. Cahayanya bagai intan yang berkilau. Angin pun berembus terasa silir. Semuanya menandakan harmoni alam yang sedang bercerita tentang kehangatan dan kelembutan.

Begitulah suasana hari itu, dimana alumni SMAN 4 Makassar tumpah-ruah di sekolah tercinta dalam hajatan bertajuk, “Halal Bi Halal 1438 H dan Silaturahmi Akbar” yang diprakarsai oleh IKA SMAN 4 Makassar pada hari Ahad, 02 Juli 2017.

Saat itu nampak Kepala Sekolah SMAN 4 dan jajaran Pengurus IKA Pusat SMAN 4 Makassar kompak hadir. Diantaranya, Ketua Dewan Pembina, Ketua Umum, Ketua Harian, serta jajaran level di bawahnya. Bahkan, Wakil Gubernur SulSel, Agus Arifin Nu’mang turut berada di tengah-tengah undangan dan juga ustaz kondang "Jamaah, oh jamaah" Muhammad Nur Maulana.

Taburan kerja keras seluruh Panitia Pelaksana yang tak kenal lelah, akhirnya menuai. Suasana Halal Bi Halal terasa tak ada sekat yang memisahkan. Pun, tak ada batin yang membatasi. Semua alumni mulai angkatan 1968 sampai 2017 larut dalam keceriaan, kehangatan, dan tentunya, kebahagiaan.

Puncaknya, mereka bersalaman dengan orang tuanya, orang yang mengantarkannya menjadi seperti sekarang ini. Orang tua yang tak lain adalah gurunya.  Mereka tanpa pamrih, membimbing kami, mengajarkan ilmu berlandaskan kasih-sayang untuk mencerdaskan otak dan menjernihkan hati kami.

(SmartCity Online News, 2017)
Tak terasa derai air mata bercucuran, memandangi guru kami yang telah tergilas oleh sang waktu. Kini, mereka renta – tak berdaya, hanya spirit kecintaan yang terus bergelora terhadap anak-anaknya hingga turut hadir di sekolah tercinta ini. Meski binar matanya kian redup, namun rona wajahnya memancarkan kebahagiaan.

Akankah pahlawan tanpa tanda jasa itu melangkah sendiri menyusuri jalan hidupnya? Tidakkah uluran tangan anaknya agar bisa menuntun untuk bersama melangkah? Suatu pertanyaan yang mengerip, sedikit melukai jiwa ini.

“Ya Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang. Maafkan kami, hanya bisa memberikan sekelumit kebahagiaan di hari yang indah ini. Ya Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang, berilah petunjuk kepada kami agar dapat meringankan sedikit beban guru kami dalam menyusuri langkahnya," bisik batinku yang membuncah** (Rahmat Mustafa)