MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Rabu, 19 Juli 2017

Sejahterakan Petani, Ini Langkah Menteri Pertanian

Foto: Istimewa 

smartcitymakassar.com - Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan pihaknya akan melakukan antisipasi untuk menangani pedagang perantara dari penjualan beras. Terlebih selama ini, pedagang perantara justru menerima keuntungan lebih tinggi dibandingkan petani. 

Mentan Amran mengatakan Kementerian Pertanian (Kementan) sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan kepolisian untuk membentuk satgas. “Kita akan potong itu supply chain yang terlalu panjang itu yang benar,” kata Andi di usai memberikan arahan kepada generasi muda menuju lumbung pangan dunia 2045 di Kementerian Pertanian, Senin (17/7/2017). 

Dia menambahkan jika keuntungan yang selama ini didapatkan pedangan perantara bisa dialihkan kepada petani maka akan memunculkan dampak yang positif. Dengan begitu, lanjut Mentan Amran, akan membuat petani sejahtera. 

“Kalau supply chain keuntungannya itu bisa kita dorong ke petani itu mimpi kami jujur ya. Setelah itu kita dorong mudah-mudahan lebih bisa membuat harga beras turun,” ujarnya. 

Saat ini harga beras di tingkat petani dijual seharga Rp 7.500 per kilogram. Selanjutnya ketika beras tersebut sampai ke masyarakat, harga sudah mencapai Rp 10.500 per kilogramnya. Mentan menilai saat ini harga beras di Indonesia sudah terbaik selama sepuluh tahun terakhir. 

Untuk itu, Mentan berkomitmen akan berusaha memangkas keuntungan yang tinggi pada pedagang perantara saat ini yang mencapai Rp 186 triliun. “Katakan lah keuntungan yang ditengah (pedangang perantara) tadi Rp 186 triliun itu dikirim ke patani karena keuntungan petani untuk padi kalau tidak salah sekitar Rp 65 triliun. Ini kalau didorong 30 persen saja sudah bisa membuat petani senyum,” ungkapnya. 


Hanya saja, Mentan mengakui untuk mewujudkan hal itu memang membutuhkan waktu dan perlu kesabaran. Selama ada proses dan menunjukkan kebaikkan untuk sektor pertanian, kata Andi, semua bisa selesai namun memang tidak sekaligus saja.(Fatahillah Mansur)