MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Sabtu, 28 Oktober 2017

Hadiri GSSB, Danny Ingatkan Tiga Bahaya Bagi Generasi Muda


(Foto: Bagian Humas Pemkot Makassar, 2017)

Smartcitymakassar.com. --Makassar- Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar kembali menggelar Gerakan Salat Subuh Berjemaah di Anjungan City of Makassar, Jalan Penghibur, Sabtu (28/10/2017).

Salat subuh ini dihadiri oleh Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto, Wakil Wali Kota Makassar, Syamsul Rizal, Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), serta jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Camat, Lurah, Ketua RT/RW, dan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Danny menyampaikan beberapa pesan khususnya bagi kaum muda kota Makassar.

Danny mengutip salah satu ayat dalam Surah Fatihah yang artinya, "Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat".

"Artinya apa? Untuk mendapatkan jalan yang benar kita harus tetap bersandar pada sejarah. Untuk menjadi generasi yang sukses, kita harus belajar dari orang-orang terdahulu," ujar Danny.

Danny mengingatkan, tentang tiga bahaya bagi anak dan generasi muda saat ini. Pertama, bahaya yang paling laten saat ini adalah seks bebas. Menurut Danny keadaan dimana seks bebas mulai melibatkan anak-anak di bawah umur memang telah didesain oleh para pelaku industri yang memanfaatkan kebutuhan seks masyarakat.

"Para industrialis seks telah mendesain dan menanamkan pustaka-pustaka seks pada anak-anak sejak kecil. Yang kemudian setelah akil baliq, pustaka-pustaka seks ini kemudian dibomkan, digunakan untuk memnghancurkan generasi muda ini," ucap Danny.

Bahaya kedua, Narkoba. Berbagai macam dan jenis narkoba beredar di kalangan anak muda, dari yang berbentuk makanan dan dijajakan di kantin-kantin sekolah seperti permen narkoba, hingga obat-obat daftar G.

"Bahkan, sampai lem yang biasanya mereka hirup, sekarang bukan lagi dihirup, tapi dioleskan ke roti seperti selai. Itu benar-benar bahaya," jelas Danny.

Bahaya terakhir adalah hoax. Danny sangat mewanti-wanti masyarakat agar tidak cepat terpengaruh dengan berita-berita yang memprovokasi. Prinsip tabayyun, atau melakukan cross-check terhadap sebuah informasi, harus dilakukan.

"Sehingga kita tidak mudah dihasut untuk saling membenci," paparnya.* (Iskandar Burhan)