MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Selasa, 17 Oktober 2017

Menteri PANRB: Jangan Percaya Calo


(Foto: Website KEMANPAN-RB RI, 2017)


Smartcitymakassar.com. --Bandung- Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur didampingi Deputi Bidang SDM Aparatur Setiawan Wangsaatmaja, meninjau pelaksanaan verifikasi dokumen pendaftaran Calon Pegawai Negeri Sipil Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dan Kementerian Pertanian di Kantor Regional (Kanreg) III Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bandung, Senin, (16/10/2017).

Di kesempatan tersebut Menteri Asman berdialog serta memberikan semangat dan motivasi kepada para peserta tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). "Kerjakan soal dengan sungguh-sungguh agar hasil yang diperoleh juga baik, dan tidak lupa berdoa sebelum mengerjakan," ujarnya seperti dikutip di website Kemenpan-RB RI.

Menteri Asman juga menegaskan agar para peserta tes CPNS tidak memakai jasa joki dan tak percaya calo. Sebab, yang bisa membantu peserta tes lulus CPNS hanya kemampuan diri sendiri. "Yang bisa bantu itu hanya kemampuan saja. Tes ini terbuka, kalau ada yang mengatasnamakan seolah-olah bisa membantu menjamin kelulusan, jelas dia itu penipu. Jadi jangan lagi percaya calo," tegas Menteri.

Dalam kesempatan terpisah, Kabag Komunikasi Publik Kemenetrian PANRB Suwardi mengingatkan bahwa SKD dengan Computer Assisted Test (CAT) bagi pelamar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) mulai digelar Selasa (17/10/2017). Namun, sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan, belum seluruh 19 titik tempat pelaksanaan tes CPNS.

Dikatakan, Selasa pagi hanya ada enam daerah yang sudah melaksanakan tes. Keenam daerah dimaksud adalah Nusa Tenggara Barat (NTB) (di UPT BKN Mataram), Gorontalo (UPT BKN Gorontalo), Banten (UPT BKN Serang), Bali Kanreg BKN X Denpasar), Kalimantan Selatan (Kanreg BKN VIII Banjarmasin), dan Sumatera Utara (Kanreg BKN Medan).

Dijelaskan, pelaksanaan SKD CPNS Kementerian PANRB bersamaan dengan instansi lain, karena jumlah peserta di tiap-tiap daerah tidak banyak. “Terbanyak pesertanya ada di Jakarta, yakni 39 orang yang pelaksanaannya di BKN Pusat Jakarta, pada hari Sabtu, tanggal 21 Oktober 2017 mendatang,” imbuh Suwardi.

Selain Jakarta, peserta SKD yang jumlahnya lebih dari 10 orang ada di Jawa Barat (11 orang), Jawa Timur (10 orang) dan DIY (17 orang). Untuk daerah lain, pesertanya paling banyak 5 orang, bahkan sebagian besar yang pesertanya hanya satu orang. Seperti diketahui, dari hasil seleksi administrasi, Kementerian PANRB hanya meloloskan 108 pelamar untuk dapat mengikuti SKD untuk mengisi 91 formasi CPNS yang dibuka.

Kepada peserta SKD, Suwardi mengingatkan berbagai ketentuan yang berlaku dalam pelaksanaan tes agar berjalan tertib. “Peserta tes diwajibkan hadir 60 menit sebelum ujian untuk melakukan registrasi,” ujarnya.

Peserta juga wajib membawa Kartu Tanda Peserta Ujian (KTPU) yang sudah ditempel foto 4x6 berwarna dengan latar belakang merah. Peserta juga wajib membawa KTP asli atau surat keterangan telah melakukan rekaman kependudukan yang dikeluarkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

Peserta dilarang membawa telepon seluler (ponsel), jam tangan, kalkulator, dan buku ke dalam ruangan. “Dilarang keras membawa jimat atau barang sejenisnya ke dalam ruangan. Panitia menyediakan fasilitas penitipan untuk barang milik pelamar selain dari yang diperkenankan di atas,” jelas Suwardi.

Dalam SKD yang berlangsung 90 menit, peserta diberikan 100 soal yang terdiri dari tiga kelompok, yaitu Tes Karakteristik Pribadi (TKP) dengan passing grade 143, Tes Intelegensi Umum (TIU) dengan passing grade 80, dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dengan passing grade 75. “Kalau ingin lolos ke tahap berikutnya, masing-masing kelompok soal harus melampaui passing grade tersebut,” imbuh Suwardi.* (Humas Kemenpan-RB RI / Iskandar Burhan)