MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Selasa, 17 Oktober 2017

Paket DP-Indira Dianggap Bernilai Tawar Sangat Tinggi



(Foto: Istimewa)


Smartcitymakassar.com. --Makassar- Efek 'politik kejut' atas keterpilihan Indira Mulyasari oleh petahana di Pilwalkot Makassar, terus bergerak mencari kejutan baru.

Teka-teki siapa yang akan membawa rekomendasi ke KPU pada Februari 2018 menjadi pertanyaan yang banyak ditunggu. Apakah DP-Indira ataukah Munafri-Cicu?

Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Hasanuddin, Aswar Hasan, mengemukakan, pasca diorbitnya Indira untuk maju, ada dua keuntungan langsung yang bisa diraih DP, akronim Danny Pomanto.

"Pertama DP bakal mendapatkan kader Nasdem tersebut. Kedua, paket DP-Indira tidak tertutup kemungkinan mendapatkan restu DPP, ini langkah politik yang cerdas dari DP," kata Aswar baru-baru ini.

Menurutnya, dalam politik segala kemungkinan bisa terjadi termasuk jika DP menelikung Cicu dan merebut SK usungan Nasdem.

Dosen Fisip Unhas ini berasumsi perkawinan DP-Indira tidak terjadi secara natural. "Bisa karena ada ketokohan yang ikut terlibat dibelakang layar," terangnya.

Paket ideal DP-Indira juga disebut sebagai reperesentatif figur berpengalaman dan inovatif, dan keterwakilan perempuan dan kalangan pemuda.

"Nilai tawarnya sangat tinggi, sedang Cicu masih berjibaku menggenapkan partai pengusung dan masih tarik ulur dengan kubu Appi maupun partai Golkar, ini semua menjadi tolak ukur DPP," paparnya.

Meski demikian, efek kejut juga akan memanaskan mesin loyalis Cicu dan Appi untuk segera realistis menyatu untuk menantang incumbent.

"Itu harus dilakukan secepatnya oleh Cicu untuk meyakinkan DPP," kata Aswar merujuk pada rekomendasi ke KPU Makassar.

Sebelumnya, politisi PAN Makasaar, Hamzah Hamid, menilai, jika Cicu tidak segera memenuhi syarat yang tertuang dalam rekomendasi yang diterimanya, maka tidak menutup kemungkinan Indira yang akan mengendarai partainya.

"Kalau itu terjadi maka Nasdem bisa bersama kami, bergabung dalam koalisi masa depan, kita tunggu saja kejutannya," kunci Hamzah. (Umr/Is)