MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Jumat, 13 Oktober 2017

Pemkot Makassar dan Universitas Patria Artha Teken MOU Audit Keuangan


(Foto: Bagian Humas Pemkot Makassar, 2017)


Smartcitymakassar.com. --Makassar- Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dalam hal Ini Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan 'Danny' Pomanto melakukan penandatangan nota kesepahaman atau MOU dengan Yayasan Universitas Patria Artha (UPA), pada Jumat (13/10/2017) di Aula UPA lantai 4. MOU ini terkait tentang beberapa sektor yakni pendidikan, kesehatan dan audit keuangan.

Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto, mengatakan selama kepemimpinannya ia berfokus pada pemberantasan korupsi dan transparansi pada keuangan. Olehnya itu, ia mempercayakan pada lembaga Manajemen Keuangan UPA sebagai spesialis audit keuangan di semua lapisan jajaran Pemkot Makassar.

UPA, menurut Danny, adalah satu-satunya universitas yang dipercaya dalam mengaudit keuangan di tingkat KPK, Mabes, BPK dan semacamnya itu hanya ada di Universitas Patria Artha. Danny juga ingin melakukan hal yang sama agar semua keuangan nanti transparansi dan tidak ada yang berani main-main soal keuangan ini.

"Banyak yang bilang Makassar saat ini maju itu bukan karena kerja saya sendiri. Tapi Makassar maju karena berbagi dukungan dan sinergi dari berbagai kalangan termasuk dukungan dari kampus-kampus," jelas Danny usai menandatangani Nota Kesepahaman bersama Rektor UPA, Bastian Lubis.

Sementara itu, Rektor UPA, menambahkan kerjasama ini sebuah penyikapan atas banyaknya kasus-kasus penyelewengan dana yang terjadi di pemerintahan di Indonesia.

"Kerjasama ini membuktikan kalau di bawah kepemimpinan Danny Pomanto ini ia mau bebas dari kata penyelewengan dana tersebut. Ia ingin orang-orang di pemerintahan itu bersih," ungkapnya. Tak hanya itu, sambung Bastian, kerjasama ini sudah ada sejak tahun 2016 namun ia memperpanjang karena melihat Kota Makassar sangat maju dan berkembang.

"Jadi lewat kerjasama ini kami akan melaksanakan diklat-diklat khusus keuangan bagi semua bendahara pemerintahan. Ini bukan diklat biasa tapi nanti para peserta akan diuji dan yang lolos akan mendapatkan sertifikat resmi," tuturnya.* (Iskandar Burhan)