MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Senin, 06 November 2017

FPI Sulsel Serukan Jihad Lawan Mafia Tanah di Makassar



(Foto: Istimewa)

smartcitymakassar.com - Makassar - Melalui musyawarah dan perintah Ketua FPI SULSEL, Habieb Muhsin Al Habsyie menurunkan intruksi kepada Pelaksana Ketua Lembaga Anti Korupsi Indonesia (LAKI), M A Rachman agar berjihad bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar untuk menyelamatkan aset negara dan fasum fasos dan segera mengambil tindakan investigasi.


Tujuannya agar penyelamatan aset negara dan fasum fasos yang dianggap sebagai tindakan korupsi ini adalah gerakan sistematik bahkan massif yang dilakukan oleh segelintir orang maupun secara berkelompok (Mafia Tanah)

Menurut Rachman yang juga juru bicara FPI Sulsel upaya yang dilakukan pemerintah kota belakangan ini merupakan langkah jihad sehingga membutuhkan dukungan penuh oleh seluruh element masyarakat termasuk FPI Sulsel.

"Langkah berani pemerintah mengaudit secara internal dengan niat mulia yang luar biasa penyelamatan aset negara, bukan cuma diberi apresiasi tetapi harus bersama-sama rakyat dan pemerintah menggalang kekuatan rakyat untuk menghadapi koruptor yang sistimatis harus dipenjara karena merugikan negara," pungkasnya.

Dengan demikian dukungan FPI Sulsel ini tidak hanya sebatas melakukan investigasi melainkan mendesak kepada para penegak hukum untuk mengusut tuntas dan menangkap para mafia fasum-fasos.

FPI Sulsel menilai tindak kejahatan mafia fasum fasos yang tersistimatik juga harus dilawan dengan gerakan massif yang berani dari element masyarakat. Dalam waktu dekat pihaknya akan berkordinasi dengan pihak kejaksaan Pemkot Makassar meminta untuk gelar perkara dan transparansi masalah atas kerugian negara oleh para mafia.

"Pola lama ini apa bila dibiarkan ini sebuah kebocoran yang sulit akan di tutup maka ini adalah pintu masuk tanah negara akan digadai oleh oknum anti nasionalis. Kami meminta kepada seluruh masyarakat dan aparat hukum untuk mendukung langkah suci dan berani Pemerintah Kota Makassar," tandas Rachman.(**/Iskandar Burhan)