MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Kamis, 09 November 2017

HUT Makassar ke 410, Wali Kota Danny: Mari Hormati Para Pahlawan Kita





(Foto: Humas Pemkot Makassar)

smartcitymakassar.com.--Makassar- Langkah Danny Pomanto nampak ringan dan bersemangat.  Hari ini, kota yang dipimpinnya, berusia 410 tahun.  Usia yang sangat matang dan dewasa.  

Sejumlah peristiwa besar telah dilalui kota Makassar, tentunya ada sejarah. Membicarakan sejarah, tentu tidak akan lepas dari orang-orang dibelakangnya, Pahlawan. 

Pentingnya Pahlawan bagi Danny, tidak diragukan  lagi. Sejumlah kegiatan penting kota Makassar selalu melibatkan para pahlawan. Bahkan Danny pernah melantik pegawainya di taman Makam Pahlawan beberapa waktu lalu.

Langkah Danny yang ringan itu dipersembahkan  untuk mengunjungi dua makam pahlawan di kompleks pemakaman raja-raja Tallo. Mereka adalah Karaeng Parang-parang Karaeng Bainea Ri Tallo dan  Sultan Mudaffar Karaeng Kanjilo ammalianga ritimoro Raja Tallo ke VII.

Didampingi Wakil Walikota, Syamsu Rizal, dibawah lellung Danny mengikuti seluruh ritual,  mulai dari melakukan salam Anggaru sebelum masuk ke lingkungan Makam.  Hal ini,  mencerminkan rasa hormat dan cinta kasih Danny yang sebesar-besarnya kepada para pahlawan.

Sebelumnya, ia mengunjungi Timungan Lompoa Ri Tallo dan memasuki Bungung Baraniya atau sumur pemberani. Danny pun membasuh mukanya dengan air yang diambil dari sumur itu.

Dahulunya Bungung Baraniya itu dijadikan bagi para raja atau pun pahlawan sebagai tempat membasuh dirinya sebelum berangkat berperang. Karena kejernihannya pula air disumur itupun dapat diminum langsung. Konon katanya, sumur tersebut tak pernah surut ataupun kering.

Lantas setelah itu, Danny bersama jajaran SKPD Pemerintah Kota Makassar melakukan prosesi upacara di depan makam Karaeng Parang-parang Karaeng Bainea Ri Tallo.

Makam tersebut merupakan anak dari raja sebelumnya, yang memerintah Tallo bersama suaminya Tunijallo, Raja Gowa ke-12.

Kata danny, dari tempat ini dirinya bisa  mengambil  pelajaran sejarah dari proses kelahiran kota Makassar. 

" Ada tiga hal yang bisa di tarik dari hari ini dijadikan nilai untuk membangun Makassar dalam perjuangan sebuah pelajaran. Pertama, Makassar lahir dan dideklarasikan usai Shalat jumat. Kedua, Makassar lahir dari kebersamaan dan ketiga Makassar lahir karena persatuan pikiran-pikiran dari berbagai pihak dahulunya," ungkapnya.

Prosesi upacara ini sangat hikmat dan disaksikan oleh seluruh warga serta satuan tugas (satgas), para RT/RW, Camat dan Lurah se- Kota Makassar.

Turut mendampingi Raja Tallo, Ketua Umum Majelis Adat Budaya Keraton Nusantara dan Sekjen Raja Bonea Selayar. (*Iskandar Burhan).