MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Kamis, 16 November 2017

Makassar Raih Smart City Award 2017, Prof Marsudi: Smar City Makassar Berhasil Tanpa Jadikan Manusianya Sebagai Mesin

(Foto: Istimewa)
Smartcitymakassar.com.--Makassar- Dianggap sebagai pionir dalam smart city nasional, Kota Makassar dinobatkan sebagai salah satu kota peraih Smart City Award 2017. Kabar baik ini diumumkan pada acara malam penghargaan Gerakan Menuju 100 Smart City 2017 oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia di Hotel Santika Premiere Jakarta, Rabu (15/11/2017).

Menteri Kominfo RI Rudiantara saat membuka seminar dan malam penghargaan Gerakan menuju 100 Smart City 2017 mengatakan bahwa smart city bukan tentang kemampuan membeli perangkat teknologi canggih. Tapi bagaimana sebuah kota mampu merubah cara berpikir dan juga cara melayani masyarakat. Sejumlah kota telah berhasil melakukannya, termasuk kota Makassar dalam melakukan inovasi di sejumlah layanan publiknya.

"Contohnya, layanan kesehatan. Makassar berhasil menciptakan pelayanan yang jauh lebih mudah diakses oleh warganya" ujar Rudiantara.

Hal senada juga disampaikan oleh Rektor Perbanas Institute, Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo.

"Kota Makassar berhasil membangun smart city tanpa menjadikan manusianya sebagai mesin. Ada pondasi kultur yang kuat dan berhasil ditanamkan disetia p inovasi yang dilakukan, yakni Sombere. Ini tentu keberhasilan walikota nya dalam mengkolaborasi dua unsur penting ini, Sombere' dan Smart City" ujar Marsudi yang juga merupakan pendamping kota Makassar dalam menyusun masterplan smart city kota Makassar.

Sebelumnya, lewat kerjasama Kementerian Kominfo RI dan Pemkot Makassar melalui Dinas Kominfo Makassar telah melakukan rangkaian bimbingan teknis penyusunan master plan smart city kota Makassar yang melibatkan hampir seluruh stakeholder, baik itu dewan smart city kota Makassar, tim teknis pelaksana smart city kota Makassar serta organisasi perangkat daerah se kota Makassar.

Selain Makassar, sejumlah kabupaten kota yang mendapat penghargaan serupa yakni, Kabupaten Banyuwangi, kota Tomohon, kabupaten Lombok timur, kota Sukabumi, kabupaten Badung, kota Samarinda, kota Bandung, kota Semarang, Tangerang, Sleman, Bekasi, Bogor, Cirebon, Pelalawan, Banyuasin, Bojonegoro, Gresik, Sidoarjo, Tangerang Selatan, Mimika, Kutai Kartanegara,Siak, serta Jambi.

Sementara itu, Wakil Walikota Makassar, Syamsu Rizal yang tampil mewakili kota Makassar menerima penghargaan tersebut menyampaikam rasa bangga dan terima kasih kepada seluruh warga Makassar atas pencapaian ini.

"Ini kado istimewa untuk Kota Makassar yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke 410. Selamat untuk seluruh warga Makassar, prestasi ini tentunya berkat kerja cerdas semua pihak tanpa terkecuali" ujar Samsu Rizal.

Gerakan menuju 100 smart city merupakan program bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian dalam negeri, kementerian PUPR, Bappenas, dan kantor staf kepresidenan yang bertujuan membimbing pemerintahan kota dan kabupaten dalam menyusun masterplan smart city agar bisa lebih memaksimalkan pemanfaatan teknologi, baik dalam meningkatkan pelayanan masyarakat maupun mengakselerasi potensi yang ada di masing-masing daerah.* (Iskandar Burhan)