MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Jumat, 17 November 2017

Paparkan Sombere dan Smart City, Danny Pomanto: Beda Pendapat Hal Biasa dalam Kultur Akademik




(Foto: Bagian Humas Pemkot Makassar, 2017)

Smartcitymakassar.com.--Makassar- Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto memperlihatkan kelasnya sebagai seorang wali kota dunia, saat berbicara sebagai nara sumber pada Seminar Arsitektur 2017 yang mengusung tema "Makassar Smart City : A Model for the Future?", di Gedung Training Centre Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin, Kamis, (16/11/2017).

Danny yang kenyang dengan pengalaman mengajar selama dua puluhan tahun di kampus merah Universitas Hasanuddin, beradu argumentasi dengan Prof Wolfgang Winnersbasch, seorang guru besar Arsitektur berkebangsaan Jerman. 

"Jangan kaget seperti inilah kultur akademik. Kita merdeka mengemukakan pandangan terhadap suatu persoalan. Berbeda pendapat itu tidak haram hukumnya dalam dunia akademik. Bahkan sebuah keniscayaan dan bagian dari kekayaan intelektual," kata Danny.

Tak sedikitpun tergurat kekesalan apalagi kemarahan di raut wajah Danny. Ia malah tersenyum saat menanggapi pernyataan dan pertanyaan dari Prof Wolfgang. Sesekali ia berjalan ke giant screen yang menampilkan presentasinya sore itu. 

Sikap Sombere tetap diperlihatkan Wali Kota Danny di hadapan seratusan civitas akademika kampus UIN Alauddin, meski dirinya dicecar pertanyaan dari sang professor.

Respon positif yang ditunjukkan oleh Wali Kota Danny justru mengundang simpati dan kekaguman dari Prof Wolfgang. Ia menyebut Danny sebagai orang Indonesia tulen yang menghargai perbedaan pendapat dan terbuka terhadap kritikan. 

"He is a great Indonesia people," puji Prof Wolfgang. 

Di Seminar Arsitektur itu, Wali Kota Danny memaparkan konsep Sombere dan Smart City. Menurutnya penggabungan antara kearifan lokal Makassar dengan konsep modernitas ibarat menyentuh hati masyarakat dengan teknologi. 

Sombere dan Smart City dibutuhkan untuk mengontrol Makassar dengan luas areal 175 km2 yang dihuni 1.722.071 penduduk dengan jumlah pegawai pemerintah sebesar 18.103 orang yang bekerja di 50 SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah). 

Konsep Sombere dan Smart City juga memungkinkan Makassar menggalang partisipasi publik untuk menyukseskan sejumlah program strategis Pemerintah kota (Pemkot) Makassar di berbagai bidang seperti Home Care berbasis Telemedicine, Bank Sampah, Lorong Garden, dan BULo (Badan Usaha Lorong). (*Iskandar Burhan)