MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Rabu, 08 November 2017

Program Longgar Makassar Dapat Apresiasi Nasional di Hari Habitat Dunia



(Foto: Istimewa)

smartcitymakassar.com.-- Jakarta- Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan setiap hari Senin pertama di bulan Oktober sebagai Hari Habitat Dunia (HHD). Di Hari Habitat Dunia 2017 Indonesia mengangkat tema "Menuju Terwujudnya Kota Cerdas di Indonesia", digelar di Gedung Kementrian PU-PR, Senin (06/11/2017).

Sebanyak 30 Kepala Daerah dan Perguruan Tinggi se-Indonesia hadir di peringatan (HHD) dan Hari Kota Dunia (HKD) 2017 ini yang dirangkai dengan pameran Konsep Penataan Kawasan Permukiman Perkotaan yang Berkelanjutan.

Turut hadir di acara ini adalah Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Makassar, Fathur Rahim dan Kepala Seksi Data dan Inventarisasi Prasana Sarana dan Utilitas, Faisal Rahman.

Universitas Hasanuddin (Unhas) dalam event tersebut memamerkan konsep penataan Lorong Garden (Longgar) dengan mengkoneksikan Badan Usaha Lorong (Bulo) yang berbasis tekhnologi.

Prof. Budu, Pembantu Rektor IV Unhas, yang hadir di acara tersebut, menuturkan bahwa konsep Lorong Garden Kota Makassar mendapat apresiasi nasional.

"Inovasi seperti Longgar Makassar bukan hanya sebatas menata lorong atau kawasannya saja, tetapi konsep Longgar yang diterapkan oleh Wali Kota Makassar, Danny Pomanto juga melahirkan perputaran ekonomi dan juga melahirkan partisipasi masyarakatnya," kata Prof. Budu.

Menurutnya, selain menata kawasan atau penghijauan, konsep Longgar Makassar ini juga menciptakan pemberdayaan warga di lorong lewat Badan Usaha Lorong (Bulo) dan Bank Sampah.

Ditambahkan oleh Prof. Budu, konsep pemberdayaan masyarakat dengan memberikan ruang inovasi dalam penataan ekosistem lingkungan tetap mendapat kontrol pemerintah melalui 9 indikator yang menjadi tugas para Ketua RT/RW masing-masing yang diperlengkapi dengan fasilitas teknologi.

Sementara itu, Dirjen Cipta Karya Kementrian PU-PR Sri Hartoyo melihat kondisi tersebut, menuntut tata kelola pemerintahan yang baik dan adaptif untuk mengelola tantangan, peluang, dan dampak yang ditimbulkan, terutama dalam hal membangun kota sebagai tempat hunian bagi penduduknya agar lebuh nyaman, aman, layak huni dan berkelanjutan.* (Ron/Iskandar Burhan)