MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Kamis, 09 November 2017

Visi Danny yang Membawa Makassar 'Go International'


(Foto: Istimewa)

Smartcitymakassar.com. --Makassar- Visi mewujudkan Makassar sebagai kota dunia semakin di pelupuk mata. Terlebih adanya target pemerintahan di bawah kepemimpinan Wali Kota Makassar Mohammad. Ramdhan ‘Danny’ Pomanto, yakni Makassar dua kali tambah baik, bukanlah isapan jempol belaka. Semboyan yang menjiwai seluruh aktivitas SKPD dan masyarakat kota Makassar itu terbukti sukses mengangkat kota berjuluk anging mammiri ini mendunia atau go internasional.

Bermula kala Makassar menjadi tuan rumah the Second ASEAN Mayors Forum, September 2015 lalu. Sebanyak 150 wali kota dari berbagai negara-negara ASEAN hadir dalam perhelatan internasional ini. Belum lagi sejumlah duta besar serta konsulat jenderal sebagai delegasi negara di belahan benua dunia juga hadir di Makassar saat itu.

Lalu, dicetuskannya Makassar International Eigh Festival and Forum atau F8 yang juga menghadirkan pejabat tinggi dari berbagai kota dan negara dunia serta pelibatan mereka berpartisipasi aktif dalam event tersebut semakin membuka tabir Makassar ke masyarakat internasional. F8 sendiri telah menjadi Festival Internasional yang masuk kalender event tahunan nasional pada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

“Setidaknya, bercerita tentang Indonesia saat ini tidak sekedar Jakarta dan Bali, tapi lebih dari itu, Makassar juga telah banyak menjadi referensi perbincangan internasional. Kota berjuluk anging mammiri ini kini sangat diperhitungkan,” ujar Danny.

Danny Pomanto pun sibuk meladeni sejumlah permintaan berbagai forum, baik di level nasional maupun internasional untuk berbagi ide dan gagasan. Pria berlatar belakang arsitek ini pernah menjadi pembicara pada US-ASEAN Business Council bersama US-ASEAN leaders di San Fransisco, Amerika Serikat.

Selain itu, pikiran-pikiran Danny juga telah banyak mewarnai dalam berbagai forum- forum internasional. Di antaranya, pembicara di World City Summit Singapura, pembicara di Infrastructure Singapore, pembicara di 3G Kopenhagen Denmark, Juli tahun 2016 lalu, serta pembicara di HUT 50 tahun ADB di Tokyo, Mei 2017 ini.

“Saat ini begitu banyak undangan luar negeri yang terpaksa kita tolak, seperti di Belgia, New Zealand, Belanda, dan Prancis,” kuncinya. (Rilis / Iskandar Burhan)