MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Jumat, 17 November 2017

Wali Kota Tarakan Puji Program Smart City Makassar





(Foto: Humas Pemkot Makassar)

smartcitymakassar.com - Makassar- Kota Tarakan bisa juga disebut dengan kota terbesar di Provinsi Kalimantan Utara, Indonesia dan juga merupakan kota terkaya ke-17 di Indonesia. Walau demikian ia pun masih tetap ingin belajar.

Keinginan itu diwujudkan melalui Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan, yang dipimpin Wali Kota Tarakan, dan diikuti Wakil Wali Kota Tarakan, serta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Kota Tarakan, mengunjungi Kota Makassar.

Rombongan diterima secara langsung oleh Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto berserta jajarannya, di Ruang Sipakalabbi, Kantor Balaikota Makassar, Jalan Ahmad Yani, Jumat (17/11/2017).

"Melalui kesempatan ini, kita belajar kepada Tarakan dan begitupun sebaliknya. Sekalian silaturahmi antara kota. Kunjungan ini harus menjadi agenda yang rutin untuk tetap menjaga silatuhrahim," ucapnya.

Hal senada diungkapkan Wali Kota Tarakan Sofian Raga. Menurutnya Kota Makassar merupakan salah satu kota termaju di Indonesia. Apalagi dengan kecanggihan Smart City dan pengawasan kota melalui Makassar War Room.

"Banyak sekali yang disampaikan Bapak Wali Kota Makassar. Saya sangat mengapresiasi beliau, karena begitu banyak prestasi yang terlaksana. Sehingga membuat kota ini jauh lebih maju, dan patut kami contoh," ungkap Sofian usai mengunjungi Makassar War Room.

Selain Smart City, lanjut Sofyan, Pemkot Tarakan juga tertarik dengan inovasi lain di Kota Makassar. Mulai dari sistem pendidikan, kesehatan, dan konsep-konsep pembangunan insfrastruktur yang dinilai sangat strategis serta War room yang sangat megah dan terkontrol.

"Dengan adaya inovasi-inovasi ini, saya kira Kota Makassar akan cepat maju. Alhamdulillah kami bisa melihat langsung di Makassar," ungkapnya.

Pihaknya pun sebagai kota yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang melimpah juga baru memulai, tentu kunjungan ini akan banyak yang dia petik. 

" Saya dan rombongan akan belajar lebih mendalam, menyiapkan, lalu kembali lagi untuk konsultasi ke sini," terangnya. (*Iskandar Burhan)