MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Sabtu, 30 Desember 2017

7 Tim Inovasi Desa Digiring ke Lapas Pohuwato Provinsi Gorontalo 

Foto: Istimewa   

smartcitymakassar.com - Gorontalo - Sebanyak 7 orang Tim Program Inovasi Desa yang ada di Kecamatan Patilanggio, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, digiring mendatangi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pohuwato. Sabtu, (30/12/2017)

Kedatangan mereka bukan untuk menjalani pidana maupun akan di tahan di dalam Lapas, melainkan untuk Studi Banding Indistri UKM Kreatif yang sukses dan berkibar di Lapas Pohuwato yang kita kenal sebagai Lapas Industri.

Seperti yang diketahui, Lapas Industri Pohuwato menyelenggarakan berbagai program industri kreatif bagi warga binaannya di dalam Lapas, seperti Perkebunan, Peternakan, Perikanan, Perbengkelan, Pertukangan Kayu, Handy Craft, Makanan Olahan dan lainnya, serta Industri unggulannya yaitu Industri Sabut Kelapa, Inilah yang kemudian membuat Tim Program Inovasi Desa hendak belajar Industri UKM Kreatif dari para Warga Binaan Lapas.

Pantauan, ada beberapa kerajinan yang diajarkan oleh warga binaan. Diantaranya adalah mengolah limbah koran menjadi produk yang layak jual. Contohnya pembuatan miniature kapal, sepeda motor, bingkai foto, tempat tissue dan lain sebagainya. Pembuatan bunga dari sabun mandi dan kerajinan lainnya.

Sekretaris Kecamatan Patilanggio, Nur Anugerah H. Wenas ketika diwawancarai menjelaskan, pihaknya telah membentuk tim program inovasi desa di Kecamatan Patilanggio, dimana ruang lingkup programnya terkait dengan inovasi ataupun kreatifitas masyarakat.

 "Lapas menjadi tempat tujuan kami untuk studi banding, karena warga binaan di dalam Lapas memiliki banyak kreatifitas yang sudah diajarkan terlebih dahulu oleh para pemateri. Bahkan pemateri yang dihadirkan dari luar daerah. Oleh karena itu, kami tidak ragu, meski yang mengajarkan adalah warga binaan. Sebaliknya, kami sangat senang karena banyak manfaat dan ilmu yang dapat diterima masyarakat", ungkapnya.

Disisi lain, Ka Lapas Pohuwato, Rusdedy saat di konfirmasi via WhatsApp (wa) menyatakan, pihaknya sangat senang dan menerima dengan baik kunjungan dari masyarakat yang hendak belajar dari warga binaan. Ini tentunya akan memberikan kepercayaan kepada warga binaan untuk bisa lebih mengembangkan kreatifitas mereka setelah keluar nanti. Bahkan mereka tidak akan takut berhadapan dengan masyarakat atau minder karena mereka adalah mantan narapidana.

"Alhamdulillah ilmu yang dimiliki oleh warga binaan bisa bermanfaat bagi masyarakat luas. Kami membuka seluas-luasnya pintu Lapas, bagi masyarakat yang hendak belajar kreatifitas maupun belajar lainnya. Di Lapas Pohuwato, bukan hanya sekedar melatih kerajinan tangan saja, akan tetapi bagaimana cara berkebun yang baik, beternak ayam dan bebek hingga kambing dan sapi serta hal-hal lainnya", pungkasnya.(Fatahillah Mansur)