MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Rabu, 27 Desember 2017

Lorong Mural Mannuruki, Cara Kreatif Mahasiswa Menerjemahkan Usulan Warga




(Foto: Arif)

Smartcitymakassar.com --Makassar- Lorong mural tak asing lagi di tanah air. Mural adalah kegiatan seni gambar di dinding tembok atau permukaan luas untuk mengisi kekosongan ruang-ruang publik atau lorong-lorong yang tak terpakai guna menciptakan galeri hidup.


Di Kelurahan Mannuruki, misalnya, ada lorong yang oleh beberapa kelompok mahasiswa Fakultas Teknik UMI yang adalah pencinta mural, bekerjasama dengan pemuda karang taruna kelurahan Mannuruki disulap menjadi lorong kreatif.

Lewat kegiatan lomba mural yang bertemakan "Makassar yang berbudaya", sebagian permukaan tembok pembatas di Jalan Sultan Alauddin lV dicat ulang dengan mural yang membawa pesan positif bagi masyarakat.

Lurah Mannuruki Ari Fadli berharap, pesan yang disampaikan lewat mural tersebut, tak hanya sekedar menjadi tulisan sambil lalu, tetapi juga menjadi peringatan agar masyarakat selalu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.

"Kami harapkan dengan adanya kegiatan lomba mural seperti ini bisa memberikan wadah tersendiri bagi para anak muda kreatif untuk menyalurkan bakatnya secara positif dan juga membatu pihak pemerintah dalam pembenahan lorong-lorong yang ada di Kota Makassar khususnya di Kelurahan Mannuruki Kecamatan Tamalate," kata Ari Fadli, Rabu (27/12/2017).

Khalikul Fauzan, dan Junior (panitia) mengungkapkan, kalau ide dasar penataan lorong ini berawal dari usulan warga yang menginginkan perubahan mendasar terhadap kawasan hunian yang mereka tinggali.

Usulan itu, lanjut Khalikul Fauzan, kemudian ditampung dan dikembangkan dengan melihat keberhasilan Kota Makassar menata lorong yang mampu memberikan nilai positif, dan meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menata lingkungan.



Beberapa tulisan seperti, "say no to drugs", "stop kekerasan", "Makassar Tidak Rantasa", serta ikon Kota Makassar, itu adalah tema besar yang panitia angkat.

"Intinya kami ingin memberikan pesan positif kepada masyarakat," ujarnya.

Peserta lomba berasal dari individu, kelompok pemuda yang mempunyai kreatifitas mural, dan para mahasiswa dari fakultas teknik arsitektur dari berbagai perguruan tinggi di kota Makassar, Rabu.

Pemenang akan diberikan apresiasi berupa uang pembinaan, dan sertifikat.* (Arif/Iskandar Burhan)