MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Jumat, 01 Desember 2017

Penyiapan SDM Indonesia Perlu Terintegrasi dan Berkesinambungan



(Foto: Kominfo RI, 2017)

Smartcitymakassar.com. --Jakarta- Daya saing bangsa ditentukan atas sumberdaya manusia yang berkualitas dan infrastruktur teknologi unggul. Oleh karena itu diperlukan penyiapan SDM secara terintegrasi dan berkesinambungan.

Masalah ini menjadi salah satu poin penting sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara dalam Seminar Nasional “Realitas Media Baru dan Tantangan Pendidikan Komunikasi di Indonesia” di Jakarta, Kamis (30/11/2017), seperti diberitakan di situs resmi Kominfo RI.

Dalam sambutan yang dibacakan Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Herry Abdul Aziz, Menteri Kominfo menyatakan diperlukan penyiapan SDM secara terintegrasi dan berkesinambungan.

”Penyiapan sumberdaya manusia Indonesia yang berkualitas harus dilakukan secara terintergrasi dan berkesinambungan. Di bidang komunikasi, bangsa dengan SDM yang berkualitas serta ditunjang dengan infrastruktur teknologi unggul akan dapat bersaing bertahan dan maju,” paparnya.

Selanjutnya Menteri Rudiantara menyatakan perkembangan TIK turut melahirkan media baru dalam dunia komunikasi menuntut kemampuan SDM untuk memanfaatkan secara kreatif dan produktif. “Pengembangan SDM yang mendasar adalah melalui pendidikan dan pelatihan,” tandasnya.

Menteri Kominfo menilai pendidikan formal ilmu komunikasi yang diajarkan belum sepenuhnya mengantisipasi perubahan teknologi. ”Seperti yang pernah disampaikan Presiden Joko Widodo pada saat Dies Natalis ke-60 Universitas Padjadjaran bahwa saat ini jurusan ilmu komunikasi masih bersifat monoton dan konvensional, sehingga diperlukan gerakan dan gebrakan untuk mengantisipasi perubahan yang sudah nyata di depan kita. Diharapkan adanya program studi baru yang mengakomodasi realitas media baru yang berkembang secara luas,” ungkap.

Lebih lanjut, Menteri Rudiantara mengungkapkan bahwa di era digital saat ini kemudahan berkomunikasi dan menyebarkan pesan memiliki dampak seperti dua sisi mata pisau. ”Komunikasi bisa menjadi lebih efektif dan efisien dengan memanfaatkan teknologi, akan tetapi juga mempermudah penyebaran berita bohong, ancaman, penipuan. Dan apabila tidak didukung insan komunikasi yang paham akan bahaya media sosial disamping mengerti tentang manfaat besar yang dihasilkannya,” jelasnya.

Pada bagian akhir sambutannya, SAM Teknologi menyampaikan Menteri Kominfo mendorong dan sekaligus mengapresiasi pengembangan literasi dan profesi SDM sebagai leading sektor pembagunan bidang Kominfo. "Tugas untuk mengembangkan SDM Bidang Komunikasi dan Informatika sejalan dengan kebijakan pembangunan nasional dalam Nawacita, yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidkan dan pelatihan," pungkasnya.* (Berita Kominfo RI / Iskandar Burhan)