MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Kamis, 07 Desember 2017

Sanggar Aksara Seni YAPI JAYA: Langkah Menembus Dunia Manca Negara

Foto: Fatahillah Mansur   

smartcitymakassar.com - Makassar - Yayasan Pendidikan Intensif Jaya (Yapi jaya) dengan  alamat, jalan Dg. Regge II Lorong 2 No. 7 Makassar Kelurahan Rappo Jawa Kecamatan Tallo, Makassar kini semakin menggaungkan namanya di kota Makassar.

Berbagai pusat kegiatan belajar masyarakat baik seni budaya dan modern ada disini, salah satunya yang aktif adalah Sanggar Aksara Seni.

Menurut Yusran, penggagas dari Sanggar Aksara Seni itu sendiri sebenarnya ada beberapa anggota lainnya yakni Nur Ikayani, Hasrul Samad, Yusran, Ayu, Wawan, Fajar, dan beberapa pemuda kemahasiswaan yang tergabung dalam Komunitas Seni Tradisional dan Temporer.

"Sanggar Aksara Seni ini memang terbilang baru namun, orang-orang yang bergelut di dalamnya itu adalah orang yang sudah lama aktif di bidang seni yang memadukan seni tradisional dan seni temporer", tegas Yusran, Selasa (5/12/2017)

Sementara itu, Hasrul Samad yang karib disapa HAS menambahkan,  misi yang diusung adalah bagaimana pihaknya berusaha mengembangkan pendidikan kesenian, utamanya dalam seni musik tradisional dan temporer itu dan khususnya untuk generasi muda saat ini, visi Sanggar Aksara Seni juga sangat jelas agar bagaimana seni musik tradisional ini tidak punah di zaman modern saat ini.

"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Yayasan Pendidikan Intensif Jaya (Yapi Jaya) karena, bisa memberikan kami wadah untuk melestarikan dan mengembangkan kearifan lokal di bidang seni musik tradisional itu", ujarnya

Dalam mengembangkan seni ini, kata HAS, pihaknya mencoba menyentuh anak-anak yang berada di usia Paud, SD, dan SMP.

“Ini dilakukan agar anak-anak kita tidak terjerumus ke ha-hal yang negatif. akan tetapi, kita menyentuh anak-anak kita di zaman modern sekarang ini ke arah yang lebih positif”, urai HAS.

Dia menambahkan beberapa kendala yang kerab dihadapi saat ini adalah alat musik yang dibutuhkan karena perbedaan alat musik modern dan alat musik tradisional sekian persennya tidak terlalu tersentuh musik tradisionalnya.

“Jadi supley alat musik tradisional ini, terkadang kita harus menunggu beberapa bulan bahkan tidak terealisasi”, ucapnya.

Ke depan, kata HAS, semoga Aksara Seni ini bisa di sejajarkan dengan kesenian di manca negara. (Fatahillah Mansur)