MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Minggu, 24 Desember 2017

Silaturrahmi dengan MKC, Wali Kota Danny Ajak Rapatkan Barisan Bangun Makassar Dua Kali Tambah Baik


(Foto: Istimewa)
smartcitymakassar.com - Makassar - Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto mengajak Mesa' Kada Community (MKC) merapatkan barisan membangun Makassar dua kali tambah baik.

Hal itu disampaikan wali kota berlatar atsitek itu saat bersilaturahmi bersama MKC di kediaman pribadinya jalan Amirullah, Sabtu, 23 Desember 2017.

MKC sebagai tempat berhimpunnya kerukanan masyarakat Enrekang sangat potensial mewujudkan cita - cita pemerintahan DIA (Danny - Ical) mewujudkan Makassar kota dunia yang nyaman untuk semua.

"MKC sebagai bagian dari warga Makassar yang majemuk memiliki posisi strategis dalam mendukung keberhasilan pembangunan," kata Danny.

Program dan kebijakan yang dijalankan oleh pemerintah membutuhkan dukungan nyata dari seluruh lapisan masyarakat. Danny mencontohkan berbagai program di bidang kebersihan dan lingkungan hidup yang membutuhkan peran serta aktif masyarakat untuk menyukseskannya. 

Makassar memiliki program MTR (Makassar Tidak Rantasa), LiSA (Lihat Sampah Ambil), dan Longgar (Lorong Garden) seluruhnya membutuhkan dukungan dari masyarakat. 

"Program itu tidak akan berjalan baik jika tidak melibatkan masyarakat. Pemerintah bertindak sebagai stimulator yang berupaya mendorong keterlibatan masyarakat dalam setiap program dan kebijakannya," ujar Danny. 

Saat ini lanjut Danny, Makassar tengah diuji dengan musim penghujan dengan curah hujan yang relatif. Hal itu sangat berpotensial menyebabkan beberapa wilayah terendam air. 

Kordinasi internal lintas sektoral terus digalakkan. Dinas terkait seperti BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah), Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum, dan PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) terus bersiaga sepanjang musim penghujan ini.

Danny mengajak MKC sebagai bagian dari kota Makassar, bahu - membahu bersama pemerintah mengatasi ancaman banjir yang selalu mengintai saat musim penghujan. 

Upaya itu dapat ditunjukkan dengan ikut menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Bentuknya dengan tidak membuang sampah sembarang tempat, utamanya di saluran air (kanal, drainase, selokan) yang dapat menghambat aliran air sehingga berpotensi mengakibatkan terjadinya luapan air saat musim penghujan. (*Iskandar Burhan)