MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Minggu, 24 Desember 2017

Wali Kota Danny Serahkan SK pada 2.328 Guru dan Tenaga Administrasi Kontrak



(Foto: Humas Pemkot Makassar)
smartcitymakassar.com - Makassar - Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto menyerahkan 2.328 SK Pegawai Kontrak Kerja Waktu Terbatas (PKKWT) tenaga guru dan administrasi lingkup Dinas Pendidikan Kota Makassar Tahun 2017.

Penyerahannya berlangsung di Tribun Lapangan Karebosi dihadiri dua ribuan lebih penerima SK, Sekda Makassar Baso Amiruddin, Kepala Dinas Pendidikan Makassar Ismunandar, Sekertaris Dinas Pendidikan Makassar Dr Hasbi, dan kepala bidang lingkup Dinas Pendidikan Makassar, Minggu, 24 Desember 2017.

Dari 2.328 SK PKKWT yang diserahkan pagi ini ada 270 SK tenaga guru SMP (Sekolah Menengah Pertama), 1.909 tenaga guru SD (Sekolah Dasar), 4 tenaga guru TK (Taman Kanak - Kanak), dan 145 tenaga administrasi.

Usai penyerahan SK, Wali Kota Danny menyemangati dua ribu lebih PKKWT bidang pendidikan. Ia menyebutnya sebagai dedikator yang mengemban tugas suci membangun karakter anak didik, dan mewariskan ilmu pengetahuan sebagai bekal di masa depan. 

"Hari ini adalah awal bagi PKKWT untuk menorehkan sejarah. Wajah Makassar di masa depan bergantung pada dedikasi kita semua dalam membentuk generasi yang paripurna menyongsong masa depan Makassar dua kali tambah baik," semangat Danny. 

Ia berpesan, SK yang diterima pagi ini, menjadi pelecut semangat bagi dua ribuan lebih PKKWT bidang pendidikan untuk mencurahkan waktu, tenaga, dan pikirannya demi kemajuan pendidikan.

Tantangan dunia pendidikan saat ini teramat berat. Tenaga pendidik dituntut menerapkan metode pembelajaran yang dapat menarik minat peserta didik memahami materi pembelajaran. 

Dahulu, dunia belum mengenal smart phone dan perangkat teknologi lainnya. Anak - anak menghabiskan waktu belajar dan bermain bersama teman - temannya dengan permainan yang sederhana, dan jauh lebih mudah dikontrol.

Kini, teknologi berada dalam genggaman. Kapan pun dan dimana pun dapat dengan mudah diakses. Tantangan menarik minat dan perhatian anak didik terhadap pelajaran jauh lebih sulit. 

Di sinilah dibutuhkan kesabaran, ketekunan, keuletan dan kreatifitas tenaga pendidik dalam mengarahkan anak - anak didiknya agar mereka mencintai ilmu pengetahuan yang kelak menjadi bekal hidup mereka di masa depan. (*Iskandar Burhan)