MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Minggu, 28 Januari 2018

Kemendag Dinilai Kurang Hati-hati Putuskan Impor Beras

Foto: Ilustrasi   

smartcitymakassar.com - Jakarta - Pengamat politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio angkat bicara terkait kondisi riil lapangan yang menunjukkan saat ini harga beras di Pasar  Induk Beras Cipinang (PIBC) turun Rp.200-Rp.300 serta rontoknya harga gabah petani hingga Rp.800 saat panen raya dan sebelum impor beras dari negara Thailand dan Vietnam masuk, merupakan kekurang hati-hatian Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam memutuskan kebijakan impor beras.

Menurut Hensat, lonjakan harga beras berapa waktu lalu memang lebih mengindikasikan adanya permainan inportir atau mafia beras. Ini terbukti ketika saat panen tiba, harga beras kembali turun, padahal impor beras belum juga masuk ke Indonesia.

“Kemendag harus lebih serius menghadapi mafia beras ini. Jangan sampai tujuan yang sudah dicanangkan Presiden Jokowi tentang swasembada beras dan dijalankan dengan baik oleh Kementerian Pertanian (Kementan) rusak gara-gara komunikasi yang tersendat”, ujarnya dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/1/2018)

Hensat menilai kondisi ini harus bisa dijelaskan oleh Menteri Perdagang (Mendag) Enggarsito Lukita dan harus mampu membangun komunikasi yang lancar dengan Bulog dan Kementan.

“Sekali-sekali perlulah juga Mendag turun ke lapangan melihat kondisi dan kesejahteraan para petani, sehingga tidak serta merta terlalu gampang mengeluarkan rekomendasi untuk melakukan impor”, pungkasnya.

Sebagaimana diketahui harga beras di Pasar Induk Beras Cipinang pada Sabtu (27/1/2018) mengalami penurunan sebesar Rp 25 hingga 575 per/kg dibandingkan sehari sebelumnya. 

Beras Jenis IR64-II sebelumnya Rp 12.075, turun Rp 300 menjadi Rp 11.775 per/kg.  Beras IR64-III semula Rp 8.900, turun Rp 250 menjadi Rp 8.650 per/kg.  Beras IR64-I semula 12.650, turun Rp 175 menjadi Rp 12,475 perkg.  Beras Ketan Putih Biasa semula Rp 23.575 turun Rp 575 menjadi Rp 23.000 per/kg.

Sementara itu harga beras di beberapa pasar di wilayah DKI Jakarta juga mengalami penurunan.  Sumber data www.infopangan.jakarta.go.id, harga beras IR42 pera Sabtu 27/1 di Jakarta Pusat Rp 11.875 turun Rp 456 per/kg dibandingkan hari sebelumnya, di Jakarta Timur Rp 11.467 turun Rp 318 per/kg.  Beras IR64 Ramos di Jakarta Pusat Rp 10.660 turun Rp 750 per/kg dan di Jakarta Selatan Rp 11.086 turun Rp 246 per/kg.

Demikian pula harga gabah yang anjlok hingga Rp.800 seperti yang dialami petani di Sumatera Selatan.*(Fatahillah Mansur)