MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Rabu, 31 Januari 2018

Senator Abdi Asmara: Koalisi Gemuk Bukan Jaminan


(Foto: Istimewa)

Smartcitymakassar.com. --Makassar- Wali Kota petahana, Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto, yang berpasangan dengan Indira Mulyasari Paramastuti (Danny-Indira) terus unggul di sejumlah survei terbaru.

Bahkan baru-baru ini, Epicentrum Politica menyebutkan bahwa pemilih 'strong voters' petahana masih berada kisaran 60 sampai 70 persen.

Meski demikian, Demokrat sebagai poros pendukung pasangan yang menggunakan akronim 'DIAmi' itu tidak ingin terlalu dini berjemawa. Sebagai partai pendukung Danny di Pilwali Makassar tahun 2013 lalu, Demokrat tentu memiliki data dan pemetaan suara Danny yang saat itu berpasangan dengan Syamsu Rizal MI.

Pemetaan kantong suara Danny akan menjadi kekuatan dan strategi besar jika mampu diakselerasikan dengan hasil survei saat ini.

Sekretaris DPC Demokrat Kota Makassar, Abdi Asmara tidak menampik bahwa itu akan menjadi bagian dari modal startegi. Hanya saja dia tidak ingin menjelaskan secara detil.

"Jangan mi saya jelaskan. Karena itu adalah teknis dan bicara strategi," kata Abdi saat ditemui di Gedung DPRD Kota Makassar, Jln AP Pettarani, Rabu (31/01/2018).

Dia menuturkan, hasil survei yang ada saat ini membuktikan bahwa pemilih di Kota Makassar termasuk kategori cerdas. Bisa menentukan pemimpin yang tepat untuk membangun Makassar ke depan.

Tidak hanya itu, dia bahkan mengaku tak gentar sekalipun harus melawan koalisi gemuk. Dari beberapa pengalaman Pilkada, koalisi gemuk memang bukan menjadi jaminan kemenangan. Pasalnya, di kontestasi politik Pilwali, sikap pemilih cenderung merepresentasikan figur yang diusung tanpa harus melihat partai pengusung.

"Tidak usah kita sesumbar, biarkanlah rakyat yang menentukan pilihan. Soal partai adalah kendaraan. Biarlah masyarakat yang memilih karena ini kan suara rakyat," kata Ketua Komisi A DPRD Kota Makassar ini.* (Iskandar Burhan)