MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Jumat, 02 Februari 2018

Jelang Pilkada Serentak, KPU-Kecamatan Tamalate Gelar Sosialisasi

Foto: Istimewa  

smartcitymakassar.com - Makassar - Jelang Tahapan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) serentak pemilihan Gubernur dan wakil Gubernur, serta Walikota dan Wakil Walikota tahun 2018, Komisi Pemilihan Umum (KPU) kota Makassar bekerjasama dengan Pemerintah kecamatan Tamalate menggelar Sosialisasi Tahapan Pilkada serentak di Ruang "Sipakabaji" kantor Camat Tamalate lantai lll jalan Danau Tanjung Bunga Makassar,  Kamis (01/02/2018). 

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh komisioner KPU kota Makassar Andi Syafruddin Mallombasang, ketua PPK kecamatan Tamalate Syarifuddin Serang, ketua Panwas kecamatan Tamalate Muh. Saleh, bersama Panwas kelurahan, TNI-Polri, serta perwakilan ketua ORW-ORT tokoh masyarakat, dan perwakilan kandidat pasangan calon. 

Dalam arahannya camat Tamalate H. Hasan Sulaiman berpesan agar Kondusifitas menghadapi pilkada serentak bisa senantiasa terjaga, salah satunya dengan upaya menjaga hubungan silaturahmi masing masing instrument, baik dari tim sukses dan sebagainya. 

"Silaturahmi menjadi salah satu syarat mutlak terciptanya suasana yang harmonis diantara kita untuk menghadapi Pilkada serentak tahun 2018 khusunya di Kota Makassar ini nantinya" Ucap Hasan. 

Hasan Sulaiman juga mengungkapkan kalau selama ini komunikasi dari berbagai unsur di Kota Makassar telah berjalan baik. Untuk itu mari kita jaga iklim politik ini agar tetap kondusif, jangan gara-gara proses Pilkada atau karena berbeda pilihan hubungan kita menjadi terpecah, jelasnya.

Sementara itu Komisioner KPU Kota Makassar Andi Shaifuddin menyampaikan, meningkatkan partisipan pemilu di pilkada serentak 2018 perlu berbagai langkah diantaranya sosialisasi kepada masyarakat yang melibatkan Forkopimda, panitia pemilihan, termasuk panitia pengawas. 

Saat ini tingkat partisipasi masyarakat terhadap Pilkada serentak masih sangat rendah di tingkat kabupaten di Sulawesi Selatan, masih di kisaran 52 persen, namun tertinggi untuk tingkat kota di Indonesia, namun masih perlu ditingkatkan lagi. pungkasnya. 

Syafruddin juga menghimbau kepada masyarakat agar tidak terlalu berpolemik, serta saling mencaci di media sosial, lebih baik kita memploklamirkan kandidat kita masing-masing dengan capaian prestasi, dan programnya, dengan begitu masyarakat tentu akan semakin mengenal dan faham dengan program masing-masing kandidat di bandingkan dengan saling menjatuhkan. 

"Pemilih itu hanya sebahagian kecil di media sosial, tidak semua masyarakat menggunakan media sosial. Namun lebih bijak jika masing-masing tim sukses turun langsung ke masyarakat bersilaturrahmi, dan mengambil hati masyarakat dengan sentuhan hati," kata Andi Syafruddin. (Arif/Iskandar Burhan)