MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Rabu, 28 Februari 2018

Kunjungi Pembuatan Sirup Markisa, Ini yang Disampaikan Danny Pomanto

Foto: Istimewa  

smartcitymakassar.com - Makassar - Wali Kota Makassar non aktif, Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto, optimis Badan Usaha Lorong (BULo) melalui Inspirasi Program (Instagram) akan berkembang pesat di masa mendatang.

Hal itu dikatakan Wali Kota inspiratif ini saat mengunjungi pembuatan sirup Markisa di Jalan Tupai, Kelurahan Labuang Baji, Kecamatan Mamajang, Selasa, (27/2/2018) siang.

"Pengembangan produksi markisa bagian dari Instagram DIAmi dan kita datang untuk menanyakan apa saja dan bagaimana membantu para UKM Lorong,"ujarnya.

Danny juga mengakui sudah menerapkan program Badan Usaha Lorong. Kemudian Wali Kota inovatif ini akan perkuat karya produksi warga lorong dengan menjadi dua kali tambah baik.

"Lantaran BULo bukan sekadar menanam cabai, namun seluruh usaha Lorong akan ditambah, misalnya modal usaha. Jadi hal ini merupakan usaha contoh yang baik, bagi warga lorong, saya ucapkan terimakasih sudah memperkenalkan Makassar hingga  ke luar negeri,"jelas Danny.

Lebih jauh, lanjut dia, pemasaran  untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) akan direncanakan menempati Stand Pedagang Kaki Lima (PK-5) di Karebosi.

Bahkan sudah menjadi kebanggaan karena hasil karya BULo ini terutama sirup Markisa sudah menembus penjualan hingga ke luar Sulawesi Selatan. Artinya, sirup ini sudah menjadi oleh-oleh khas Makassar untuk para pelancong ke ibu kota Sulawesi Selatan ini.

"Saya rencana UKM di Lorong untuk ditempatkan di Stand PKL Karebosi. Kita akan invertensi untuk menguntungkan buat Kota Makassar,"jelasnya.

Sementara itu, Direktur Sirup Markisa Aurora, Ramlah Rauf, mengakui, produksi sirup Markisa berdiri sejak tahun 2013 di kawasan lorong yang berada di Jalan Tupai.

Hal ini juga merupakan bentuk dukungan program Badan Usaha Lorong (BULo) yang telah dicanangkan pemerintah Kota Makassar. 

"Kami pasarkan di toko oleh-oleh dan online. Bahkan ada juga di luar Makassar. Yakni Bali, Kalimantan, dan Jakarta. Malahan hingga ke negara Japang. Omzet setiap bulannya Rp 10 juta,"katanya.

Kedepannya ia bakal mengembangkan lagi, karena merupakan ciri khas Sulawesi Selatan, Indonesia. (*Iskandar Burhan)