MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Kamis, 15 Februari 2018

Menangkan Prof Andalan, Relawan Matahari Andalan Dibentuk

Foto: istimewa  

smartcitymakassar.com - Makassar - Sejumlah aktivis Muhammadiyah mengambil bagian dalam perhelatan pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Selatan periode 2018-2023 yang sedang berlangsung saat ini. 

Mereka bergerak untuk memenangkan pasangan nomor urut 3, Prof. Nurdin Abdullah-Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan). Dalam waktu dekat akan mengadakan deklarasi Relawan Matahari Andalan (RMA).

Inisiator RMA Ulfa Mawardi mengatakan pihaknya sudah mempertimbangkan bahwa yang layak diperjuangkan karena memiliki visi pembaharuan, dan berkemajuan untuk sulsel kedepan itu ada di figur Prof Nurdin Abdullah, kita tau bersama bagaimana perubahan yang terjadi di Kabupaten Bantaeng selama Nurdin Abdullah memimpin.

"Dengan kompetensi ilmu amaliyah amal ilmiyah yang dimiliki selama 2 periode memimpin Kab. Bantaeng sudah menunjukkan kerja nyata seperti APBD naik 3 kali lipat, pendapatan asli daerah naik 4 kali lipat, jumlah penduduk miskin merosot dr 12% menjadi 5%, dan pelayanan publik seperti di bid. Kesehatan, layanan jemput warga yg sakit dll dapat dirasakan langsung oleh masyarakat...kita berharap pemilih cerdas bisa menjadikan rekam jejak figur sebagai indikator dlm memilih gubernur SulSel kedepan. kata Ulfah, Kamis (15/2/2018)

Ulfah yakin masyarakat Sulawesi Selatan  merindukan perubahan menjadi kota dunia yang menunjung tinggi budaya dan tradisi/kearifan lokal. Mencerdaskan, memberdayakan dan mengangkat  ekonomi masyarakat lokal ke ranah Nasional dan Internasional, dan kompetensi serta skill leadership itu hanya dimiliki oleh pasangan Andalan. Hal tersebut bisa dilihat dari latar belakan akademik dan rekam jejak apsangan dengan nomer urut 3, prof Nurdin dan Andi Sudirman Sulaiman.

"Kami yakin dukungan dari berbagai latar belakan suku, ras dan agama akan mengalir. Masyarakat terpanggil untuk bergerak memilih serta memenangkan pasangan no 3 ini, termasuk dari warga Muhammadiyah", pungkasnya (*Fatahillah Mansur)