MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Selasa, 20 Maret 2018

8 Fraksi 'Gertak' Pemilih DIAmi, Pakar Politik: Tidak Etis


(Foto: Istimewa)

Smartcitymakassar.com. --Makassar- 'Gertakan' yang dilontarkan 
8 fraksi partai politik pendukung pasangan Munafri Arifuddin-Rachmatika Dewi (Appi-Cicu) bahwa akan menjegal program-program Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) jika sampai terpilih di Pilwalkot mendatang mendapatkan komentar dari masyarakat luas.

Salah satu tanggapan datang dari pakar politik Universitas Hasanuddin, Dr Jayadi Nas. Mantan Ketua KPU Sulsel ini mengingatkan para anggota dewan untuk menempatkan dirinya sebagai wakil rakyat, bukan sebagai partisan kelompok tertentu.

"Tidak boleh seperti itu. Pernyataan seperti itu tidak etis dilontarkan oleh anggota dewan yang terhormat. Mereka harus tahu kapan dan dimana mereka boleh menempatkan diri sebagai kader partai pengusung, dan kapan posisinya sebagai wakil rakyat," imbau Jayadi, Selasa (20/03/2018).

Menurutnya, kesepakatan bersama fraksi pendukung Appi-Cicu yang tergabung dalam Gerakan Aksi Fraksi (GAS) untuk menggagalkan program pro-rakyat walikota nonaktif, Danny Pomanto, yang tertuang dalam visi misinya jika terpilih kembali di periode berikutnya, merupakan bentuk pengkhianatan legislator terhadap konstituennya.

"Jangan sampai rakyat tidak percaya lagi dengan institusi DPR. Dan konsekuensinya tentu akan berbalik pada perolehan kursi partai tersebut di 2019 nanti," ingat Jayadi.

Bila skenario ini sampai berjalan, Danny Pomanto dipastikan menghadapi jalan terjal untuk merealisasikan programnya jika terpilih kembali sebagai Walikota Makassar.

Pasalnya, mayoritas partai politik di DPRD Makassar akan menolak mentah-mentah program yang diusulkan pemerintah kota melalui pembahasan APBD serta produk-produk peraturan daerah lainnya. Total anggota DPRD dari 8 fraksi ini mencapai 43 orang dari 50 kursi yang tersedia, melebihi qourum untuk pengambilan keputusan.

Sehari sebelumnya, 10 partai engusung Appi-Cicu mendeklarasikan Gerakan Aksi Fraksi (GAS) di teras lantai dua Gedung DPRD Makassar, Senin (19/3/2018). Delapan fraksi ini kompak untuk menghadang petahana di Pemilihan Wali Kota (Pilwalkot) Makassar pada 27 Juni 2018 dan di periode berikutnya.

"Parpol ini sekaligus sebagai koalisi permanen setelah 2019 nanti sehingga visi misi daripada Appi-Cicu akan di-backup oleh 10 partai. Kalau yang lain tidak akan mungkin kita backup. Pasti visi misinya tidak akan jalan karena tidak didukung oleh fraksi yang ada di DRPD," kata Busranuddin Baso Tika (BBT), Ketua PPP Makassar dalam konferensi pers tersebut.

"Kita hanya dukung program dan visi-misi Appi-Cicu. Makanya harus kita sampaikan ke publik, kalau mau baik pemerintahan ini, silakan pilih Appi-Cicu," ancam BBT.

Gerakan Aksi Fraksi (GAS) menunjuk Anggota legislator Fraksi Gerindra, Badaruddin Ophier sebagai juru bicaranya. Adapun parpol pengusung Appi-Cicu yakni, Golkar, Gerindra, NasDem, PDIP, PPP, PKPI, PBB, Hanura, PKS dan PAN.* (Enk/Iskandar Burhan)