MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Sabtu, 03 Maret 2018

Kampanye Dialogis Indira Mulyasari, Ketua Tim Xena: Fitnah Harus Dibalas dengan Kerja Nyata

Foto: Istimewa  

smartcitymakassar.com - Makassar - Kampanye dialogis Calon Wakil Wali Kota Makassar Indira Mulyasari Paramastuti di Kelurahan Bara-baraya didampingi Penasehat Tim Xena Indira Jusuf Ismail dan Ketua Tim Xena Fatmawati Wahyuddin.

Pada kesempatan tersebut, Indira Jusuf Ismail meminta semua tim pemenangan bergembira dalam pelaksanaan proses Pilkada. Tetap bersilaturahim dengan tetangga dan mengevaluasi kondisi di lapangan.

“Jika ada yang menghujat, terima saja dengan lapang dada. Kalau dikata-katai ki, sabar ki,” kata Indira Jusuf di hadapan ratusan warga, Jumat (2/3/2018).

Indira Jusuf meminta warga saling bantu. Gotong royong membangun Kota Makassar. Tebarkan kebaikan. “Warga Makassar dikenal dengan sombere, baik hati. Pertahankan itu,” katanya.

Dia mengatakan, Pilkada adalah perjuangan menuju masa depan kota dan masa depan anak-anak Makassar. Untuk lebih baik. Masyarakat jangan menganggap usaha selama ini hanya untuk memenangkan kandidat. Tapi lebih dari itu.

“Jika Allah mengizinkan memenangkan perjuangan ini. Kita ingin menyempurnakan (pembangunan) yang sudah ada,” ungkapnya.

Jika warga berjuang dengan ikhlas, kata Indira, setiap tetes keringat akan dinilai ibadah oleh Allah. “Ini adalah jihad kita, salama ki,” kata Indira. 

Ketua Tim Xena Fatmawati Wahyuddin mengungkapkan, sudah ratusan penghargaan yang diperoleh Danny Pomanto selama menjabat Wali Kota Makassar. Lorong-lorong ditata rapi. Lampu penerangan disediakan. Pelayanan  kesehatan juga sudah sangat dekat dengan masyarakat.

“Tidak ada alasan meninggalkan Pak Danny,” ujarnya.

Fatmawati meminta masyarakat tidak terbuai dengan program yang tidak masuk akal. Seperti pembebasan retribusi sampah. “Siapa yang mau angkat sampah gratis ? Kendaraan pengangkut sampah itu pake bensin. Bukan air,” katanya.

Fatmawati mengimbau semua pendukung Danny tetap bekerja dengan baik. Setiap berita bohong dan fitnah harus dibalas dengan kerja nyata. “Buktikan kita memang terbaik,” ungkapnya. (*Iskandar Burhan)