MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Senin, 09 April 2018

Diduga Manfaatkan Warga Picu Konflik, Rahman Pina Dianggap Sudah Kelewatan


Foto: Istimewa  

smartcitymakassar.com - Makassar - Rahman Pina diduga timbulkan konflik di saat massa Aliansi Masyarakat Makassar Cinta Demokrasi hendak meninggalkan massa tinggalkan area aksi. 

Warga Manggala sangat menyayangkan prilaku seorang Rahman Pina memanfaatkan sebagian orang untuk melakukan provokasi yang berujung konflik antara orang yang ada didalam gedung DPRD Makassar dengan massa yang sedang melakukan giat unjuk rasa terhadap 13 anggota dewan makassar yang tergabung dalam Gabungan Aksi Fraksi (GAS)  Appi - Cicu yang memanfaatkan fasilitas negara mengkampanyekan paslon tertentu. 

"Ini ulah Rahman Pina semakin kelewatan, kenapa anak - anak dimanfaatkan untuk membuat provokasi, ini sudah sangat keterlaluan, " kata Dg. Mangka, salah satu warga Kel. Bangkala Kec. Manggala yang ikut berunjuk rasa di kantor DPRD Makassar, senin (9/4/2018).

Sekedar diketahui, pembenaran adanya warga yang dimanfaatkan oleh Rahman Pina, dimana salah satu massa yang merasa kesal salah satu pemuda yang sempat dilihat oleh warga Manggala yang sedang memicu gesekan fisik di Kantor DPRD Makassar. 

"Jelas sekali itukan anak - anak Bangkala yang dimanfaatkan Rahman Pina untuk datang di DPRD Makassar untuk mengawal dirinya karena akan di demo oleh massa. Yang mengherankan kenapa bisa Rahman Pina arahkan pemuda untuk jadi provokator, untung saja berhasil lari dari kejaran massa, kalau dapat pasti babak belur karena ulah Rahman Pina, " kesal Dg. Tika warga Bangkala yang ikut mengecam sikap Rahman Pina. 

Dengan peristiwa itu, dalam waktu dekat warga Bangkala akan mendatangi kediaman Rahman Pina untuk mengingatkan, untuk tidak memanfaatkan warga untuk hal - hal negatif. 

Menurut Dg. Tika menilai cara Rahman Pina adalah upayah untuk memecah belah silaturahim dan persaudaraan di Manggala yang terbangun selama ini, hanya untuk kepentingan pribadinya. 

"Kami pastikan akan bertandang kekediaman Rahman Pina untuk menyampaikan, bahwa saudara Rahman Pina jangan jadi provokator kemudian menulari sifat tidak terpuji itu kepada masyarakat," tutup Dg. Tika. (Ril/Iskandar Burhan)