MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Senin, 09 April 2018

TNI-POLRI Bersama Warga Benahi Sombere dan Smart Lorong di Pulau Barrang Lompo



Foto: Istimewa  

smartcitymakassar.com - Makassar - Anggota Polsek Polres Pelabuhan bersama-sama melaksanakan kerja bakti bersama Babinsa dan warga masyarakat kepulauan Barrang Lompo Kecamatan kepulauan Sangkarrang Kota Makassar , Senin sore (09/04/2018).

Anggota TNI-POLRI bersama warga melaksanakan kerja bakti dalam rangka pembenahan lorong Sombere dan Smart di pulau Barrang Lompo. 

Camat Sangkarrang Firnandar Sabara mengungkapkan, peran aktif masyarakat sangat diperlukan dalam setiap tahapan pembenahan lingkungan. Mulai dari tahap perencanaan, masyarakat harus disertakan dalam musyawarah perencanaan tersebut, karena perencanaan pembenahan lingkungan menyangkut kepentingan masyarakat itu sendiri didalamnya.

Dalam setiap kegiatan yang berdampak besar terhadap lingkungan hendaknya masyarakat diberikan peran yang besar, sebab peran masyarakat sangat menentukan apakah perlindungan dan pengelolaan lingkungan dapat berjalan dengan baik atau tidak, tukasnya. 

Firnandar menilai, jika memberikan peran dan tanggung jawab berarti memberikan kepercayaan dan keyakinan bahwa keberlangsungan lingkungan hidup akan sangat bergantung pada masyarakat. Semakin besar tanggung jawab tersebut diberikan kepada masyarakat semakin maka semakin besar kontrol yang dilakukan. 

"Peran serta masyarakat sangat penting, dan tidak dapat diabaikan dalam rangka memberikan informasi kepada pemerintah mengenai masalah-masalah dan konsekuensi yang timbul, baik dan buruknya dari tindakan yang direncanakan oleh pemerintah, tinggal bagaimana kami menyikapinya," sambung Firnandar. 

Kepulauan adalah wilayah dimana penduduknya cukup parsipasitif. Hal tersebut nampak dengan keterlibatan masyarakat dan pemerintah setempat, bersama pihak keamanan saling bahu membahu membenahi lingkungan, pungkasnya. 

"Bagi kami "Sombere dan Smart Lorong" adalah konsep yang menggabungkan kesuksesan kota Makassar mengimbangi kemajuan teknologi, tapi tetap diikuti dengan kearifan lokal. Dimana warga masyarakatnya mempunyai karakter yang sangat kuat, menjaga tradisi sipakatau, sipakainga, sipakalebbi," kata Firnandar. (*Iskandar Burhan)