MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Rabu, 09 Mei 2018

Diancam di Medsos, Panwas Makassar Lapor Cyber Crime Polri


(Foto: Istimewa)

Smartcitymakassar.com. --Makassar-  
Ketua Panwas Kota Makassar, Nursari, terus mendapatkan ancaman dan teror sejak bergulirnya sidang musyawarah sengketa pilkada Makassar antara pasangan Danny Pomanto-Indira Mulyasari (DIAmi) yang menggugat KPU Makassar.

Hingga hari ke-5 sidang yang dipimpin langsung oleh Nursari, teror mulai berdatangan, baik secara langsung yang dialamatkan ke rumah pribadinya.

Ancaman juga diterima Nursari melalui telpon dan media sosial yang motifnya mengintervensi dan menghentikan proses penyelesaian sengketa pemilihan DIAmi vs KPU.

"Betul, sejak awal diterimanya gugatan DIAmi yang dilayangkan kepada KPU Makassar, pimpinan kami (Nursari) terus mendapat ancaman bahkan teror dengan segala macam bentuk untuk mencoba mengintervensi Panwaslu agar menghentikan proses sidang penyelesaian sengketa ini," ungkap Humas Panwas Makassar, Moh. Maulana, Rabu (09/05/2018).

Menurut Maulana, ancaman di media sosial pun kian massif dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak menginginkan kebenaran dan keadilan pemilu itu ditegakkan.

"Jadi ancaman itu bukan hanya sifatnya langsung ataupun lewat telpon, tapi juga massif dilakukan di media sosial (Facebook)," kata Maulana.

Salah satu akun yang berhasil ditelusuri oleh tim IT Panwas kota Makassar atas nama Andi Fadhila.

Dalam dinding Facebook tersebut sangat jelas ancaman yang disampaikan kepada ketua Panwas Kota Makassar, seperti ini bunyi ancaman akun atas nama Andi Fadhilah "TUNGGUKO KETUA PANWAS KOTA MKS SY SDH DAPAT DATA PRIBADIMU. JD HATI HATIKO MATEMAKO TEDONG KAU DAPAT FEE 30% DARI DP (DANNY PALUKKA".

Menyikapi hal tersebut, Maulana mengatakan, tim IT Panwas telah mengirimkan sejumlah account dan fake account ke account cyber crime Polri untuk selanjutnya ditindaklanjuti oleh tim cyber crime Polri.

"Jadi kami sudah kirimkan ke pihak cyber crime Polri. Dari sejumlah account yang kami laporkan, salah satunya adalah acount bernama Andi Fadhilah," kata Maulana.

Maulana melanjutkan, dari hasil penelusuran pihaknya di beberapa grup media sosial, account Andi Fadhilah yang seringkali menebar status yang mengarah ke hate speech atau ujaran kebencian. Salah satu status terakhirnya bermuatan ancaman kepada Ketua Panwaslu Kota Makassar dan fitnah yang ditujukan juga kepada Ketua Panwaslu Makassar.

"Sampai saat ini tim IT kami masih melakukan penelusuran lebih mendalam terkait dengan sejumlah account lainnya. Dan kami pasti akan secara berkala melaporkan hasil penelusuran account negatif ke tim cyber crime polri," tutup Maulana.* (Iskandar Burhan)