MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Rabu, 23 Mei 2018

Hari Penyu Sedunia, Prof. Andalan Tekankan Jaga Laut

foto: istimewa   

smartcitymakassar.com - Makassar - Indonesia adalah negara yang memiliki salah satu garis pantai terluas di dunia dengan total garis pantainya sepanjang 99.093 kilometer, menyimpan  keanekaragaman mahluk hidup yang luar biasa besarnya, indonesia merupakan surga bahari bagi sebagian besar biota laut tak terkecuali dengan penyu.

Bertepatan dengan peringatan hari penyu se-dunia setiap tanggal 23 Mei, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur sulawesi selatan Prof. HM Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan betapa pentingnya menjaga laut.

"Memperingati hari penyu sedunia kali ini perlu diketahui bersama bahwa laut Indonesia merupakan tempat bagi penyu-penyu bereproduksi, hewan ini adalah spesies dilindungi yang telah hidup di muka bumi sejak jutaan tahun lalu dan mampu bertahan hingga kini. Dari 7 spesies penyu yang ada di dunia 6 diantaranya berada di laut indonesia jadi kita patut melindunginya dan bangga karena itu, ungkapnya. Rabu, (23/5/2018).

Penyu adalah satwa migran, seringkali berpindah tempat dalam jarak ribuan kilometer antara daerah tempat makan dan tempat bertelur. Induk penyu bertelur dalam waktu 2-4 tahun sekali, yang  selanjutnya akan datang ke pantai 4-7 kali untuk meletakan ratusan butir telurnya di dalam pasir yang digali. Setelah 45 – 60 hari masa inkubasi, tukik (sebutan untuk anak penyu) muncul dari dalam sarangnya dan langsung menuju laut untuk memulai kehidupan barunya. 

"Dari 1000 anak penyu hanya akan ada 1 yang mampu bertahan hidup hingga dewasa. Tingkat keberhasilan hidupnya sampai usia dewasa sangatlah rendah, kurang lebih hanya sekitar 1-2 % saja dari jumlah telur yang dihasilkan. Maka dari itu kita harus bisa menjaga agar kelestarian biota laut itu bisa berlangsung lama," jelasnya.

Khusus Sulawesi Selatan, memiliki beberapa titik yang menjadi hunian para penyu, salah satunya ada di Kabupaten Kepulauan Selayar dan menjadi destinasi wisata terbaik yang diakui oleh mancanegara.

"Kita adalah daerah yang sangat kaya akan hal itu, tinggal bagaimana kita menjaganya. Di Selayar ada Takabonerate dan ada namanya Kampung penyu, itu merupakan modal utama sisa bagaimana pemerintah mengembangkan potensi sumber daya alam itu," ungkapnya

Lebih jauh, pasangan calon nomor urut 3 ini menambahkan bahwa kasus eksploitasi Penyu di negara ini sangatlah tinggi , kehidupan hewan ini kini sudah terancam. 

"Sebenarnya Pemerintah sudah mengatur dalam Undang Undang No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya pelaku perdagangan baik penjual atau pembeli satwa dilindungi seperti penyu itu bisa dikenakan hukuman penjara 5 tahun dan denda Rp 100 juta," imbuh sosok dengan segudang prestasi itu.

Perdagangan daging dan Telur penyu kian marak di masyarakat. belum lagi kulitnya yang kadang memiliki motif unik sering kali dijadikan sebagai souvenir gelang atau cincin oleh masyarakat. Perdagangan penyu juga tidak hanya didasari karena faktor ekonomi saja melainkan berdasarkan fakta yang ada  perdagangan biota laut ini sangat sulit dihentikan karena daerah penangkapan dan perdagangan tersebut dilakukan pada daerah terpencil.

Satu-satunya calon dengan gelar Professor ini memiliki 5 program andalan dalam jangka waktu 5 tahun masa kerja nantinya. Salah satunya adalah destinasi wisata andalan berkualitas internasional.

"Perhatian yang besar bagi daerah maritim kita merupakan langkah menuju sulsel lebih jaya kedepannya. Penting kiranya aparat keamanan yang bertugas menjaga laut, sarana dan prasarana dalam pengawasan untuk ditingkatkan agar efektifitas dan pengendalian laut kita bisa stabil," tutupnya. (#Fatahillah Mansur)