MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Jumat, 11 Mei 2018

Peroleh Sambutan di Negara Pizza, Film Da'wah Bakal Tayang di Tanah Air Bulan Ramadan Nanti

film Da'wah (foto: Istimewa)  

smartcitymakassar.com - Jakarta - Film Da'wah mendapat sambutan baik di negara Pizza Italia. Ramadhan nanti, film tersebut akan tayang di Tanah Air.

Film Da'wah merupakan karya dokumenter yang bercerita mengenai kehidupan atau potret Muslim Tanah Air. Film tersebut dibuat untuk memberi gambaran kepada Bangsa Eropa yang kerap mengidentikkan Islam dengan kekerasan dan aksi teror.

Da'wah menyajikan potret nyata kehidupan di Pondok Pesantren Dalwa, Bangil, Pasuruan, Jawa Timur. Dengan durasi 60 menit, Sutradara asal Italia Italo Spinelli mencoba menegaskan jika Muslim khususnya di Indonesia dididik untuk berdakwah namun tidak dengan kekerasan. Apalagi menjadi teroris.

Sesuai dengan tujuan pembuatan film yaitu untuk meluruskan anggapan Bangsa Barat tentang Islam, film Da'wah diputar di Italia. Selain itu, film tersebut juga menjadi bahan diskusi dalam acara makan malam spesial di Festival Film Roma pada Sabtu (4/11/2018).

Da'wah diproduksi KAIA Film Indonesia. Salah satu produser film tersebut Budiarman Bahar bersyukur karena Da'wah mendapat sambutan baik di Negeri Pizza.

"Film merupakan media yang efektif untuk memberikan pencerahan kepada banyak orang. Seminar-seminar saja tidak cukup. Film ini dibuat untuk mencerahkan penonton Barat tentang Islam di Indonesia yang selama ini cenderung dianggap negatif", kata Budiarman usai Private Screening film Da'wah di Metropole XXI pada Kamis (10/5/2018).

Private Screening tersebut menjadi pemutaran perdana di Tanah Air. Menurut panitia penyelenggara, Studio 3 Metropole yang berkapasitas 142 kursi penuh terisi. Bahkan ada puluhan orang yang terpaksa pulang karena tempat sudah penuh. "Insya Allah Bulan Puasa ini kami tayangkan", kata mantan Dubes RI untuk Vatikan menambahkan.

Antusiasme penonton di Tanah Air membuat Budiarman semangat untuk menayangkan film Da'wah pada Ramadhan mendatang. Salah satu penonton private screening yaitu Poppy Susana mengaku menemukan banyak pesan dari film tersebut.

Menurut Poppy, selain untuk meluruskan anggapan tentang Muslim Tanah Air, film tersebut juga memiliki pesan yang bagus untuk Bangsa Indonesia. "Bagus, banyak pesan. Orang Eropa menilai Islam penuh kekerasan. Di film ini dijelaskan pesantren tidak mengajarkan seperti itu. Yang paling menyentuh ketika para santri dan orang tua berbicara soal cita-cita", kata Poppy. (*Fatahillah Mansur)