MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Jumat, 11 Mei 2018

Pj Sekda Makassar: Makassar Green and Clean Telah Menularkan Virus Positif ke Daerah Lain

Relaunching Makassar Green and Celan (foto: Istimewa)   

smartcitymakassar.com - Makassar - Unit Pelayanan Tehnis Daerah (UPTD) Bank Sampah Kota Makassar menggelar acara Relaunching Makassar Green and Clean yang dilaksanakan dikantor UPTD Bank Sampah Jalan Toddoppuli, Kamis (10/5/2018).

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) kota Makassar A.M.Yasir apresiasi dengan Relaunching MGC yang dilaksanakan UPTD   Bank Sampah. 

"Ini adalah ruh bank sampah yang dari tahun ke tahun penuh semangat, berjalan dengan baik dan diselenggarakan dengan optimal," ucapnya 

Pj Sekda berharap kepada seluruh unit bank sampah untuk tidak berpuas diri dengan apa yang telah mereka dicapai. Melainkan harus lebih menyentuh secara menyeluruh lapisan masyarakat di kota Makassar.

Menurutnya hal positif dari program bank sampah kota Makassar telah menarik perhatian berbagai pihak salah satunya dengan hadirnya Kepala dinas Lingkungan hidup Kabupaten Gowa dikegiatan relaunching green and clean Makassar.

"Ini mengindikasikan program Makassar green and clean telah menularkan  virus-virus positif yang menarik perhatian berbagai pihak,"ujarnya

Untuk itu A.M Yasir menegaskan agar pengelolaan bank sampah tidak hanya dilaksanakan di lingkungan masyarakat saja, namun perlu diterapkan pula  dilingkungan kantor pemerintah maupun Swasta.

"Contohnya adalah bank sampah yang ada dikantor Balaikota Makassar, hasil dari bank sampah yang dikumpulkan rata rata menghasilkan 15 juta setiap bulannya, apalagi kalau pengelolaan sampah dikantor swasta yang jenis sampahnya jelas berupa kertas, pasti akan lebih bermanfaat dari segi ekonomis," terangnya.

Menurut direktur Bank Sampah Saharuddin Ridwan ditahun 2018 pihaknya akan meningaktkan kualitas pengelolaan bank sampah hingga di tingkat RW

"Tahun-tahun sebelumnya, secara kuantitas, jumlah Bank Sampah di Makassar ada sekitar seribuan. Namun yang aktif setiap bulan melakukan penimbangan hanya sekitar 600 unit, ini yang akan kita optimalkan lagi, sebagai bentuk komitmen kami mengelola bank sampah," ungkapnya. (**Iskandar Burhan)