MENUJU PILKADA SERENTAK 2018

Sabtu, 12 Mei 2018

Semakin Ramai Warga Kecam Black Campaign di Pilkada Sulsel


Syarif (tengah), warga Gowa yang angkat bicara soal maraknya Black Campign ke Nurdin Abdullah.    

smartcitymakassar.com - Makassar - Maraknya kampanye hitam atau Black Campaign yang menyerang pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, membuat warga geram kepada pelaku. 

Meski telah banyak aturan yang ditetapkan demi menjaga pilkada Pilgub Sulsel agar tetap kondusif, masih saja ada oknum yang tidak bertanggung jawab melakukan tindakan tercela tersebut.

Salah satunya adalah kasus selebaran Black Campaign yang menimpa pasangan Prof Nurdin Abdullah - Andi Sudirman Sulaiman (Prof Andalan) baru-baru ini yang disebar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Setelah Warga Bantaeng geram dengan tindakan tersebut, kecaman juga datang dari sejumlah warga yang bersimpatik pada Prof Nurdin Abdullah. Fikriansyah (38 tahun) warga Makassar, menilai tindakan ini bukanlah contoh yang baik dalam perpolitikan. 

"Kampanye kotor seperti itu harusnya tidak dilakukan, karena bisa merugikan pihak tertentu yang mengakibatkan pencemaran nama baik," ungkap Fikri

Warga jalan Toddopuli yang kesehariannya bekerja sebagai wiraswasta ini menyebutkan, sikap curang yang dilakukan sekelompok orang dalam berkampanye sangat tidak fair dan itu merupakan hal negatif.

"Tindakan negatif, yang dilakukan oleh orang negatif juga atau jahat. Jadi kalau ada oknum yang menyebarkan Black Campaign berarti mereka termasuk orang jahat dan kita tidak setuju pada orang yang menghalalkan segala cara untuk menjadi pemimpin. Kalau mereka berani, kenapa tidak dicantumkan namanya diselebaran yang dibagikan," ungkap Fikri

Fikri menambahkan bahwa Black Campaign yang ditujukan kepada Prof Andalan adalah tindakan pengecut dan rasa iri lawan akibat tingginya tingkat popularitas calon Gubernur yang mempunyai segudang prestasi sehingga pihak tertentu ingin menjatuhkan.

"Semakin tinggi pohon maka semakin kencang angin yang menerpanya, saya rasa cukup seperti itu supaya lebih sederhana,"  lanjutnya

Dilain Pihak, Syarifuddin warga Gowa yang berprofesi sebagai penjual soto ayam yang sering berjualan di Minasa Upa mengatakan bahwa Masyarakat memilih Gubernur Sulsel bukanlah dilihat dari selebaran black campaign yang belum tentu benar, melainkan dari bukti nyata yang dilihat masyarakat.

"Banyak orang hanya bisa memberikan janji saja tapi tidak bisa beri bukti nyata," tutup Syarif. (Fatahillah Mansur)